Jogja

Pohon Asam dan Gayam Di Kawasan Malioboro yang Penuh Sarat Makna

Yudi Permana | 28 Juli 2025, 07:50 WIB
Pohon Asam dan Gayam Di Kawasan Malioboro yang Penuh Sarat Makna

Akurat.co, Jogja - Kawasan Malioboro jadi salah satu pusat perekonomian masyarakat Yogyakarta.

Salah satunya dengan banyaknya toko yang menjajakan makanan maupun souvenir khas Yogyakarta.

Namun, pernahkan penasaran tentang keberadaan pohon-pohon di sepanjang Malioboro?

Dilansir dari Instagram @humasjogja, penamaan Jalan Malioboro dan pemilihan vegetasi yang ditanam, memiliki filosofinya tersendiri.

Baca Juga: 5 Tips Belanja Seru di Malioboro Jogja Biar Dompet Aman, Hati Senang

Sama seperti Keraton Jogja, dahulu, Jalan Malioboro juga dibangun dengan konsepsi Hamemayu Hayuning Bawono.

Artinya membuat bawono (alam) menjadi hayu (indah) dan rahayu (selamat dan lestari).

Selain itu, pembangunan Jalan Malioboro pun menjadi bagian dari penggambaran konsep Sangkan Paraning Dumadi (perjalanan siklus hidup manusia), bersama Jalan Margatama dan Margamulya.

Jalan-jalan tersebut, khususnya, mewakili filosofi paran (tujuan), yaitu perjalanan manusia menuju penciptanya.

Jalan Margatama berarti jalan menuju keutamaan. Sedangkan Jalan Maliabara (Jalan Malioboro), berarti penggunaan “obor” penerang, yaitu ajaran para wali.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Malioboro Jogja yang Jarang Diketahui Wisatawan

Kemudian terus ke selatan, terdapat Jalan Margamulya yang berarti jalan menuju kemuliaan. Untuk menuju kesana, manusia harus bisa mengusir (ngurak) nafsu-nafsu yang buruk, oleh karena itu, jalan berikutnya dinamai Jalan Pangurakan.

Tak sekadar perindang, pohon asam (asem) dan pohon gayam yang ditanami di sepanjang tepian Jalan Margatama hingga Jalan Margamulya pun memiliki arti tersendiri.

Pohon asem atau asam (Tamarindus indica) melambangkan sengsem (ketertarikan) dan gayam melambangkan ayom (ketenangan).

Harapannya, orang-orang yang melewati jalanan sarat pesan kemuliaan tersebut akan merasa senang atau tertarik dan tenang atau nyaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.