Daftar 5 Kota Terbaik di Indonesia dalam Transformasi Digital 2025, Kota Jogja Urutan Berapa?

Akurat.co,Jogja-Setidaknya ada 10 daftar kota terbaik di Indonesia dalam bidang transformasi digital 2025.
Kesepuluh kota tersebut terpilih dalam Penganugerahan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Tahun 2025 untuk Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Kegiatan merupakan kerja sama Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia.
Baca Juga: Sleman Raih Penghargaan Nasional untuk Tata Kelola Transformasi Digital
5 kota terbaik bidang transformasi digital
Dikutip dari laman resmi UGM, kesepuluh kota tersebut sesuai urutan 1-10 adalah:
1.Kota Semarang
2.Kota Bandung
3.Kota Surabaya
4.Kota Yogyakarta
5.Kota Pekalongan
Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah daerah yang berhasil mendapatkan penghargaan untuk tata kelola transformasi digital.
Ia menyoroti pentingnya big data bagi tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, hal ini menawarkan akurasi dan kecepatan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan publik dapat lebih tepat sasaran.
"Selain itu, penggunaan data terbuka juga diyakini mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” jelasnya.
Nezar memaparkan bahwa pemerintah mencatat saat ini konektivitas internet telah menjangkau 97 persen wilayah berpenduduk, dengan penetrasi internet mencapai 80 persen atau sekitar 222 juta jiwa.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi ini membuat aktivitas digital masyarakat semakin masif dan menghasilkan data dalam jumlah melimpah.
Kendati demikian, ia menegaskan di balik peluang tersebut masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait kualitas data, kecepatan layanan internet, serta tata kelola.
Baca Juga: Porda XVII DIY 2025: Disempurnakan Emas Sepak Bola, Sleman Dipastikan Juara Umum
Nezar menekankan prinsip keamanan dan perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama, mengingat sejumlah kasus kebocoran data nasional pernah terjadi akibat lemahnya standar keamanan di tingkat daerah.
Salah satu contoh sukses pemanfaatan big data datang dari Kabupaten Sumedang yang berhasil menurunkan angka stunting melalui pemantauan digital sejak masa kehamilan hingga asupan gizi anak.
“Inovasi ini menjadi bukti bahwa data yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Datangi DPRD DIY, Aktivis Turunkan Foto Wapres
- 10Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis





