Megawati Ingatkan Pentingnya Semangat Nasionalisme dalam Riset dan Inovasi

Akurat.co,Jogja-Ketua Dewan Pengaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya semangat nasionalisme dalam riset dan inovasi.
Megawati juga mengingatkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa, sehingga kiprah mereka dalam dunia riset dan kebijakan perlu terus diperkuat.
“Anak muda harus ingat bahwa negeri ini milik kalian. Gunakan ilmu dan kemampuan kalian untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka, berdaulat, dan abadi,” pesannya dalam workshop ‘Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM–BRIN’ di Balai Senat UGM, Rabu (1/10).
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, turut menegaskan komitmen UGM dalam riset dan konservasi biodiversitas tropis melalui penguatan kerja sama antara UGM dan BRIN yang mencakup bidang konservasi, serta perlindungan hak kekayaan intelektual.
Baca Juga: 3 Varietas Pertanian Kulon Progo Dapat Sertifikat Badan Riset dan Inovasi Nasional
“Melalui kolaborasi ini, UGM ingin memperkuat ekosistem riset biodiversitas agar hasilnya dapat berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Ova Emilia.
Rektor menekankan bahwa UGM saat ini telah mendorong kapasitas riset melalui fasilitas unggulan seperti Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), Porok Marine Research Station, Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversitas Center (MSIBC), serta Bank Genetik PIAT.
Lebih jauh, UGM juga mengembangkan program dan inovasi unggulan, mulai dari Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) yang pertama di Asia Tenggara.
Baca Juga: Begini Cara BRIN Dapatkan Tim Riset Unggul dan Berkualitas
Pengembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), hingga konsistensi dalam perlindungan sumber daya genetik melalui Bank Genetik PIAT yang meraih penghargaan Indonesian Breeder Award di tahun 2021 silam.
Rektor menyebut, pada 2024 UGM mencatat 28 hak cipta dan 30 paten biodiversitas, sementara pada 2025 hingga September telah terdaftar 11 hak cipta dan 19 paten.
“Data ini menunjukkan komitmen UGM untuk tidak berhenti menghasilkan inovasi, tetapi juga memperkuat perlindungan hukum atas biodiversitas nasional,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga







