BPJS Kesehatan Libatkan Gen Z Jadi Agen Perubahan Program JKN

Akurat.co, Jogja - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengajak generasi muda untuk menjadi agent of change atau agen perubahan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Setidaknya ada 12 finalis duta muda BPJS Kesehatan dari seluruh Indonesia. Dari proses seleksi terpilih juara I, Hengky Silas Jonathan Kafiar dari SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua. Juara II Zesika Salsabil Fahrizal dari SMA Negeri 1 Cidahu Jawa Barat dan Juara III Luh Putu Rani Nanda Iswari dari SMA Negeri 1 Semarapura Bali.
"Mereka adalah generasi muda dari seluruh Indonesia sebagai figur inspiratif yang akan menjadi penggerak literasi dan edukasi Program JKN," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).
Pihaknya mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan komitmen, kreativitas dan kepedulian terhadap Program JKN.
Baginya, Duta Muda BPJS Kesehatan telah membuktikan kontribusi nyata melalui gagasan kreatif, kampanye solutif dan aksi sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Generasi muda merupakan segmen yang paling aktif dan berpengaruh di ruang publik digital. Berdasarkan Laporan Digital Indonesia 2025 (DataReportal, Februari 2025), dari 143 juta pengguna media sosial di Indonesia, kelompok usia 13-24 tahun menjadi pengguna paling dominan.
"Fakta tersebut sejalan dengan data BPJS Kesehatan per November 2025 yang menunjukkan, kelompok usia 15-19 tahun merupakan komposisi peserta terbanyak Program JKN,” jelasnya.
Ditambahkan Ghufron, generasi muda merupakan key opinion leader di era digital yang memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi publik dan meningkatkan literasi kesehatan.
Program Duta Muda BPJS Kesehatan dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap JKN sejak dini.
Baca Juga: Kehadiran Mendagri di Lokasi Bencana jadi Bukti Pemda Tak Dibiarkan Sendiri Hadapi Musibah
Para duta muda BPJS Kesehatan mendapatkan pembinaan intensif agar mampu menjadi agent of change yang dapat mengedukasi teman sebaya dan lingkungan sekitarnya dengan cara kreatif, relevan dan mudah dipahami.
Mereka tidak hanya diharapkan mampu menyebarkan informasi dan edukasi mengenai Program JKN dengan cara kreatif, tetapi juga menjadi motor penggerak perilaku hidup sehat.
"Kami berharap Duta Muda BPJS Kesehatan dapat menjadi wajah BPJS Kesehatan di mata publik dan membantu menyebarkan informasi penting mengenai JKN secara masif dan optimal,” tegas Ghufron.
Melalui program ini, BPJS Kesehatan mendorong terciptanya generasi muda yang berani berinovasi, mampu menjadi jembatan informasi dan hadir sebagai penggerak kesadaran JKN di masyarakat.
Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Nunung Nuryartono, mendukung penuh penyelenggaraan Duta Muda BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Peneliti UGM Kenalkan Beras Presokazi, Rasa Pulen dengan Kandungan Zat Besi dan Seng Penuh Gizi
Ia menyatakan bahwa DJSN sangat mendukung keterlibatan anak muda dalam menyebarkan pemahaman Program JKN agar manfaatnya semakin dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“DJSN bersama BPJS Kesehatan telah menyiapkan kurikulum literasi JKN di tingkat SMA/SMK/MA sebagai upaya memberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya jaminan kesehatan. Selain itu, modul kurikulum di tingkat perguruan tinggi juga telah disiapkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda saat memasuki jenjang pendidikan tinggi,” kata Nunung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







