Jogja

Resmikan Jembatan Pandansimo, Presiden Prabowo Berharap Tingkatkan Potensi Wisata Kawasan Selatan DIY

Yudi Permana | 20 November 2025, 16:44 WIB
Resmikan Jembatan Pandansimo, Presiden Prabowo Berharap Tingkatkan Potensi Wisata Kawasan Selatan DIY

Akurat.co,Jogja-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Jembatan Pandansimo atau disebut juga Jembatan Kabanaran pada Rabu (19/11/2025).

Peresmian dilakukan bersamaan dengan proyek infrastruktur strategis nasional lainnya. Proyek lainnya yang diresmikan adalah Jembatan Sungai Sambas di Kalimantan Barat, Underpass Gatot Subroto di Medan, Underpass Joglo di Surakarta, serta Flyover Canguk di Magelang.

Peresmian infrastruktur baru ini menegaskan upaya pemerintah memperkuat konektivitas antar wilayah sebagai pondasi mobilitas nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti potensi pariwisata di kawasan selatan DIY yang akan terdorong oleh hadirnya Jembatan Kabanaran.

Baca Juga: Jembatan Pandansimo Sudah Dibuka Penuh, Masyarakat Bisa Menikmati Panorama Indahnya

Infrastruktur ini akan memudahkan akses bagi sektor ekonomi berbasis pariwisata.

“Kita mendengar ada rencana untuk membangun kawasan ini demi mendukung pariwisata. Memang harus kita dorong karena pariwisata adalah penyumbang devisa dan lapangan kerja yang sangat besar.

Alhamdulillah, tahun ini wisata kita meningkat 20 persen, salah satu peningkatan yang sangat berarti dalam perkembangan ekonomi kita,” ungkap Prabowo.

Sejalan dengan harapan presiden, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, juga menilai jembatan baru tersebut akan berperan penting bagi pengembangan wilayah selatan.

Ia menyebut akses yang lebih terbuka akan memperkuat hubungan antarwilayah sekaligus memperluas peluang sektor produktif di Bantul.

“Jembatan ini sangat strategis bagi Bantul, Kulon Progo, dan DIY karena membuka aksesibilitas seluruh kawasan selatan.

Bantul pasti akan mendapat keuntungan, terutama dalam mendorong investasi pariwisata, apalagi dengan Parangtritis sebagai ikonnya,” ucapnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, melaporkan bahwa lima proyek ini menelan anggaran hampir Rp1,97 triliun dan menyerap 10.461 tenaga kerja, dengan total panjang mencapai 5,5 km.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jembatan Pandansimo Yogyakarta, Telan Biaya Rp800 Miliar, Hemat Operasional Kendaraan sampai Rp1,4 Triliun

Menurutnya, pembangunan jembatan, flyover, dan underpass merupakan bagian dari agenda peningkatan konektivitas nasional.

“Ini sejalan dengan Asta Cita ketiga yang menekankan penguatan konektivitas dan rantai nilai komoditas untuk meningkatkan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Dody.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa infrastruktur konektivitas adalah wujud nyata pemerataan pembangunan.

Ia menambahkan bahwa pembangunan penghubung antar wilayah akan berdampak langsung pada efisiensi mobilitas.

Implikasinya, mobilitas manusia, barang, dan jasa akan semakin lancar, disertai penurunan biaya dan waktu tempuh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.