Pemkab Sleman Raih UHC dari BPJS Kesehatan, Siapkan Rp 55 Miliar untuk Premi JKN

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan atas keberhasilannya dalam mengikutsertakan lebih dari 98 persen masyarakat Sleman pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kabupaten Sleman yang menjadi salah satu dari 397 Kabupaten/Kota dengan capaian UHC lebih dari 98 persen dan mendapatkan penghargaan UHC kategori Madya.
Hingga Januari 2026, cakupan kepesertaan JKN Kabupaten Sleman sebesar 98,99 persen dengan tingkat keaktifan 87,77 peserta JKN.
Guna menjaga cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Sleman menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar dalam APBD 2026 guna membiayai premi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga: Dana Pusat Berkurang Hingga Rp 1 M, Kalurahan Karangrejek Gunungkidul Optimalkan Potensi Lokal
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, tingkat kepesertaan JKN di wilayah ini mencapai 98 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 1.118.353 jiwa.
Capaian tersebut mendekati target Universal Health Coverage (UHC) yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman, Dedi Aprianto menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk membayar sebagian premi kepesertaan JKN.
"Ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Namun, tentu saja tidak seluruh premi peserta ditanggung pemerintah daerah," katanya, Senin (02/02/2026).
Baca Juga: Enam Tahun tanpa Kejelasan, Ganti Rugi JJLS Garongan–Congot Akhirnya Temukan Titik Terang
Premi JKN per peserta setiap bulan sebesar Rp 35 ribu. Dari jumlah tersebut, Pemkab Sleman memberikan subsidi sebesar Rp 2.800.
Sementara sisanya harus dibayarkan secara mandiri oleh peserta. Kondisi ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian kepesertaan JKN dicabut atau dinonaktifkan.
Meski secara kepesertaan telah mencapai 98,99 persen, tingkat keaktifan peserta JKN di Sleman tercatat lebih rendah, yakni 87,77 persen.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, Pemkab Sleman akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan jaminan kesehatan.
"Kami akan terus mengupayakan peningkatan kualitas dan cakupan layanan kesehatan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 3PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 6Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 9Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 10Kena Hukuman Tambahan Kartu Merah, Purzycki Absen Lawan Persija








