Akurat.co, Jogja - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tahun 2025 kemarin terdapat 418 lasus.
Jumlah tersebut dari Januari hingga pekan ke-52. Angka ini turun dibanding 2024 dengan 675 kasus.
"Di tahun 2024 ada dua yang meninggal dunia akibat DBD. Sedangkan 2025, selain kasusnya turun. Juga tidak nol kematian," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati, Senin (12/01/2026.
Dijelaskannya, kasus DBD terbanyak ditemukan di lima kapanewon (kecamatan). Gamping, Ngaglik, Godean, Seyegan dan Mlati.
Baca Juga: UPN 'Veteran' Yogyakarta Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Banjir Aceh dan Sumatera
Tingkat kepadatan dan mobilitas penduduk yang tinggi, jadi salah satu penyebab tingginya angka DBD. Terutama di Gamping, Depok dan Mlati yang saling bergantian.
Yuli menegaskan, jika DBD masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, tidak bisa jika hanya mengandalkan metode konvensional.
Salah satu inovasi yang digunakan adalah dengan program nyamuk berwolbachia. "Ini bukan sekadar intervensi medis. Tapi solusi biologis jangka panjang," jelasnya.
Bakteri wolbachia yang ada dalam tubuh nyamuk akan melumpuhkan virus dengue. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus tidak lagi berpindah.
Baca Juga: Usai Libur Nataru, Kecuali Bawang Putih, Harga Komoditas di Sleman Mulai Turun
Ini jadi upaya memutus rantai penularan langsung dari nyamuk aedes aegypti sebagai akar masalahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menjelaskan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih jadi salah satu upaya paling efektif untuk mencegah penularan penyakit. Salah satunya DBD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 4544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 7Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Kelok 23 Baru Difungsikan untuk Kendaraan Roda 2 dan 4 Saja, Kapan Kendaraan Berat?
- 10Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik










