Jogja

Pemkot Jogja Buka Layanan KB di Pasar-pasar Tradisional, Mana Saja?

M. Mubin Wibawa | 9 Agustus 2025, 12:30 WIB
Pemkot Jogja Buka Layanan KB di Pasar-pasar Tradisional, Mana Saja?

Akurat.co,Jogja-Terobosan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menjangkau masyarakat yang hendak menjadi peserta keluarga berencana (KB).

Melalui program “GERTAK KB” (Gerakan Serentak Pelayanan KB) yang didorong langsung oleh wali kota Yogyakarta, layanan melibatkan berbagai fasilitas kesehatan seperti RS Pratama, Puskesmas, klinik swasta, serta praktik bidan mandiri dan institusi pendidikan kesehatan yang menyasar langsung ke masyarakat melalui pasar dan toko ritel.

Yang menarik, program ini juga menyasar sejumlah pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Jogja Police Watch DIY Kirim Surat Kapolri, Apa Isinya?

Salah satunya di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Di salah satu pasar paling sibuk di Kota Jogja ini, layanan berada di lantai 3 dan buka setiap hari Selasa.

"Sampai sekarang tiap minggunya pasti ada yang aseptor baru maupun lepas pasang. Paling tidak ada 5 orang tidak pernah yang tidak ada pasien,” ungkap Analis Kebijakan Ahli Muda Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Ummatul Baroroh.

Pasar tradisional lainnya

Selain Pasar Beringharjo, pasar tradisional lain yang juga membuka layanan di antaranya, Pasar Ngasem, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, Pasar Kotagede.

Pasar Gading, Pasar Legi, Pasar Telo, Pasar Cendrawasih, Pasar Candra. Selain itu juga dilaksanakan di Superindo Jalan Parangtritis.

“Menggandeng pengelola pasar dan lurah pasar untuk mensosialisasikan layanan ini setiap hari. Masyarakat bisa langsung datang dan mendapatkan pelayanan tanpa biaya,” ujar Umma, sapaan akrab Ummatul Baroroh dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja.

Gratis dan malah dapat biaya Rp1 juta

Program KB di Jogja juga dilaksanakan secara gratis. Malah, Pemkot masih memberikan biaya senilai Rp1 juta untuk peserta keluarga berencana (KB) usia subur.

Biaya senilai Rp1 juta tersebut akan diberikan kepada peserta KB yang menggunakan kontrasepsi Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW).

Baca Juga: Klinik Mata dr.YAP akan Dibangun di Gunungkidul, Siap Layani Pasien dari Pacitan hingga Wonogiri

 

Ummatul Baroroh mengungkap, khusus untuk metode MOW dan MOP, penerima atau peserta juga memperoleh pengganti biaya hidup sebesar Rp450.000 dan dana pemulihan Rp550.000.

Pihaknya juga menegaskan bahwa layanan KB di Kota Yogyakarta diberikan secara gratis untuk pasangan usia subur (15–49 tahun).

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan ini tidak memberatkan masyarakat. Semua sudah difasilitasi, tinggal kemauan dan kesiapan calon akseptornya saja,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.