Jogja

Apa Dampak Serius Serangan Israel ke Qatar? Begini Penjelasan Guru Besar Politik Internasional UMY

M. Mubin Wibawa | 17 September 2025, 10:05 WIB
Apa Dampak Serius Serangan Israel ke Qatar? Begini Penjelasan Guru Besar Politik Internasional UMY

Akurat.co,Jogja-Eskalasi konflik Israel-Palestina meluas setelah serangan Israel ke Qatar baru-baru ini.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan terkait dampak serangan tersebut terhadap keamanan global.

Sebenarnya apa dampak serius yang ditimbulkan dari serangan tersebut?

Menurut Guru Besar Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Ali Muhammad, M.A, serangan tersebut memang merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan negara.

Baca Juga: Apa Makna Dukungan Prabowo ke Qatar? Ini Kata Guru Besar Politik Internasional UMY

Tetapi, Ali menilai kecil kemungkinan konflik meluas menjadi perang regional besar.

Menurutnya, insiden di Doha hanyalah bagian dari ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk rivalitas Israel dengan Iran, konflik internal di Suriah, dan ketegangan di Yaman.

Faktor-faktor itu jauh lebih menentukan arah geopolitik kawasan dibandingkan serangan tunggal terhadap Qatar.

“Saya kira tidak akan ada eskalasi besar. Justru yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi Gaza dan potensi konflik dengan Iran, terutama terkait instalasi nuklir.

Itu jauh lebih berbahaya bagi stabilitas kawasan,” jelasnya.

Namun demikian, Dosen Hubungan Internasional UMY ini juga mengingatkan bahwa konflik Israel–Qatar tetap berpotensi menimbulkan dampak global, khususnya di sektor energi.

Qatar merupakan salah satu eksportir gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) terbesar dunia yang memasok banyak negara di Asia dan Eropa.

Ali menilai, jika serangan terhadap Qatar berlanjut, dampaknya bisa memicu lonjakan harga energi global, termasuk di Indonesia. Krisis energi ini berpotensi menekan perekonomian negara-negara berkembang.

Baca Juga: Horeee, PKL Kulon Progo Dapat Hibah Tenda Jualan

Standar Ganda Negara Besar

Dikutip dari laman resmi UMY, Ali menyoroti sikap negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat, yang dinilai pasif terhadap agresi Israel.

Menurutnya, AS merupakan sekutu Israel sekaligus sekutu Qatar. Namun ketika Qatar diserang, AS justru memilih diam. Hal ini, katanya, menunjukkan adanya standar ganda yang memberi impunitas kepada Israel.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa hukum internasional kerap tidak berlaku konsisten, terutama jika pelaku agresi adalah negara yang dilindungi kekuatan besar.

“Impunitas Israel inilah yang membuat siklus kekerasan tidak pernah berhenti,” tambahnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.