Gawat, Pakar UGM Sebut Indonesia Hadapi Ancaman Nyata Perang Iran dan Israel

Akurat.co, Jogja-Dosen Hubungan Internasional Fisipol UGM, Drs. Muhadi Sugiono, M.A menyebut ancaman nyata yang dihadapi Indonesia dari perang Iran dan Israel.
Konflik Iran-Israel sejak serangan Israel 13 Juni ternyata memberikan ancaman kepada posisi Indonesia.
Serangan tersebut menandai eskalasi paling signifikan dalam sejarah hubungan kedua negara, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dunia internasional pun mulai menaruh perhatian terhadap arah konflik ini, bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai ancaman nyata menuju perang global.
Baca Juga: UGM Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di Asia Tenggara
“Situasi ini menjadi sorotan banyak pihak karena keterlibatan aktor-aktor besar dunia bisa mempercepat dinamika menuju ketegangan geopolitik global,” ujar pakar UGM ini.
Ancaman nyata bagi Indonesia
Menurut Muhadi, konflik turut berdampak terhadap Indonesia, baik secara ekonomi maupun politik luar negeri.
Muhadi menegaskan bahwa sebagai negara dengan ekonomi terbuka, Indonesia akan terdampak apabila rantai pasokan energi terganggu akibat perang.
Lonjakan harga minyak dan gangguan logistik global bisa merembet ke inflasi domestik. Sementara di sisi diplomasi, Indonesia dihadapkan pada dilema antara menjaga hubungan bilateral dan konsistensi prinsip luar negeri bebas aktif.
"Selain itu, posisi politik luar negeri Indonesia di Timur Tengah, terutama terkait isu Palestina, akan semakin rumit,” tambahnya.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia perlu mengambil sikap yang jelas dan tegas.
Muhadi juga menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendukung perlucutan senjata nuklir dengan mendorong semua negara Timur Tengah untuk menjadi anggota NPT dan tunduk pada aturan rezim nuklir internasional.
Baca Juga: Empat Mahasiswa UGM Bakal ke Eropa Ikuti Pelatihan Penyamakan Kulit
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap keamanan global dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Selain itu, Indonesia juga dapat memperkuat perannya melalui jalur kemanusiaan, seperti inisiatif bantuan kemanusiaan atau mediasi dalam forum internasional non-blok.
"Indonesia harus mengutuk serangan Israel dan mendorong penyelesaian diplomatik,” ujar Muhadi, dikutip dari ugm.ac.id.
Di tingkat domestik, respons publik Indonesia terhadap konflik ini mulai terlihat, terutama di media sosial dan ruang-ruang diskusi publik.
Muhadi beranggapan sentimen pro-Palestina tetap dominan di masyarakat tetapi belum berkembang menjadi sikap politik yang terstruktur.
Menurutnya, pemerintah perlu mencermati opini publik agar bisa merespons dengan kebijakan luar negeri yang sejalan dengan aspirasi rakyat.
Baca Juga: Belajar Sejarah Sambil Berwisata di Desa Rumah Domes
"Apakah respons tersebut akan menciptakan dinamika sosial dan politik yang signifikan, saat ini belum bisa dipastikan,” kata Muhadi.
Langkah konkret memperkuat jalur diplomatik dan humaniter
Di tengah kompleksitas global ini, Muhadi menilai langkah konkret Indonesia adalah memperkuat jalur diplomatik dan humaniter.
Selain mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan, Indonesia juga dapat mengambil inisiatif untuk membangun koalisi negara-negara yang mendorong de-eskalasi.
Indonesia bisa memainkan peran penting untuk memastikan kawasan tetap netral dan tidak terseret dalam polarisasi geopolitik global.
"Indonesia perlu menjadi suara moderat yang aktif mendorong perdamaian, sekaligus memperjuangkan perlucutan senjata nuklir yang adil dan konsisten,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga






