Akurat.co, Jogja - Komisi B DPRD DIY meminta pada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tidak terbatas pada kesiapan sektor pariwisata. Namun juga hal lain, seperti ketersediaan bahan pohon hingga pengendalian harga di pasar.
Sebab, saat ini terpantau mulai ada kenaikan harga. Seperti telur, daging ayam dan cabai.
"Harapannya, masyarakat dapat menyambut libur akhir tahun dengan aman dan nyaman," kata Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, Kamis (04/12/2025).
Baca Juga: Penyebab Harga Cabai di Gunungkidul Tembus Rp80 Ribu per Kg
Salah satu langkah yang bisa diambil pemerintah, melalui pasar murah atau operasi pasar. Ini dimaksudkan untuk mengendalikan harga di pasar.
Ia menjelaskan, arahan tersebut telah menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) dan langsung ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait.
Selain itu Andriana menerima keluhan langsung dari para pedagang terkait kondisi pasokan komoditas tertentu yang terdampak situasi alam dan iklim.
Untuk itu, ia menilai persoalan ini perlu direspons cepat agar tidak mempengaruhi stabilitas harga di pasar.
"Kami juga berencana memanggil mitra terkait untuk mencari solusi agar pasokan dan distribusi tetap berjalan lancar di tengah dinamika permintaan yang meningkat menjelang akhir tahun," jelasnya.
Baca Juga: Jamin Ketersediaan Sembako Murah, Pemkot Jogja Tambah Warung Mrantasi
Andriana berharap rangkaian langkah stabilisasi harga ini dapat berjalan optimal.
Agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pasar murah dan operasi pasar, serta menjalani libur Nataru dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Komisi B DPRD DIY berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas ekonomi daerah, melindungi kepentingan masyarakat, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal menjelang dan selama libur Natal dan Tahun Baru.