Pengamat: Langkah Mendagri Percepat Penanganan Bencana Sumatera

Akurat.co,Jogja-Analis politik dari Universitas Nasional, Irfan Fauzi, menilai sejumlah langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian membantu mempercepat penanganan bencana Sumatera.
Salah satu yang tampak adalah dimulainya proses pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
Ia juga melihat Mendagri, Tito Karnavian menjalankan peran koordinatif yang signifikan dalam menjembatani pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana di Sumatera.
Baca Juga: Pemda DIY Berikan Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera, Total Capai Rp2,3 Miliar
Peran tersebut dinilai efektif dalam mendorong sinkronisasi kebijakan dengan kementerian teknis, termasuk dalam penggalangan dukungan anggaran lintas daerah bagi wilayah terdampak, khususnya di Aceh.
Selain itu, Irfan mengapresiasi pendekatan mendagri yang mendalami persoalan pemerintah daerah melalui komunikasi dua arah atau “belanja masalah”, karena dinilai memperkuat proses koordinasi dan pembinaan antara pusat dan daerah.
Penguatan sistem dan komunikasi kebencanaan
Meski demikian, Irfan mengingatkan penanganan bencana perlu terus diarahkan pada penguatan sistem dan tata kelola yang bersifat struktural serta berkelanjutan.
“Secara struktural, peran mendagri dalam koordinasi penanganan bencana sejalan dengan kewenangan administratif terhadap pemerintah daerah.
Namun, ke depan perlu diperkuat agar kepemimpinan komunikasi kebencanaan tampil sebagai sistem kelembagaan yang solid,” ujarnya, saat dihubungi Rabu (24/12/2025).
Irfan menambahkan, apabila upaya pembenahan manajemen penanganan bencana di Sumatera dapat dilakukan secara sistemik, maka pola komunikasi kebencanaan di tingkat pemerintah pusat juga berpotensi semakin membaik.
“Dalam situasi krisis, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai kepemimpinan, rencana penanganan, serta tahapan pemulihan. Narasi yang terkelola dengan baik akan membantu pemerintah tampil lebih terukur dan sistemik,” katanya.
Ia juga menilai pendekatan koordinatif yang dilakukan pemerintah perlu terus diperluas agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih langsung.
Baca Juga: LazisQu Luncurkan Program Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatra dan Aceh yang Terdampak Bencana
“Korban bencana tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga warga yang kehilangan rumah, mata pencaharian, serta mengalami keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi pusat–daerah, Mendagri Tito Karnavian juga mendorong dukungan antarpemerintah daerah yang masih memiliki kapasitas fiskal untuk membantu wilayah terdampak bencana.
Menurut Irfan, langkah ini perlu diiringi dengan penguatan sistem pendanaan kebencanaan yang lebih pasti dan berkeadilan agar dapat berkelanjutan.
Seiring dengan membaiknya penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera, Irfan menilai penting bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pola komunikasi kebencanaan di tingkat pusat, sehingga respons publik terhadap kebijakan penanganan bencana dapat terkelola dengan baik.
Mendagri turun langsung ke lokasi
Rangkaian kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.
Seperti saat kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Utara, serta berlanjut ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur sejak Sabtu (20/12/2025) hingga Senin (22/12/2025).
Baca Juga: UGM Rancang Desain Rumah untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Kunjungan tersebut difokuskan pada pemetaan persoalan yang dihadapi pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian juga meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh sejak 29 November 2025, antara lain di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sleman dan Bantul Sudah Musda, Golkar Gunungkidul Justru Mandek
- 2Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 3DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 4PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 5DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 6Didukung Srikandi PLN, KWT di Sleman Kembangkan Kerupuk Susu Kambing
- 7DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 8Pemda DIY Perkuat TPKJM untuk Layanan Kesehatan Jiwa Inklusif
- 9Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 10Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...









