DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Akurat.co, Jogja - Hujan ringan ke sedang berpotensi terjadi di wilayah DIY dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Padahal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY telah menyebutkan, jika saat ini masih berada di musim kemarau.
Lalu apa yang menyebabkan terjadi hujan di DIY dalam beberapa hari terakhir?
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, fenomena ini disebabkan oleh dinamika atmosfer skala lokal dan regional.
Baca Juga: DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
Karena musim kemarau, itu bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Batas kemarau adalah saat curah hujan kurang dari 50 mm per 10 hari atau satu dasarian). Dan berkelanjutan selama tiga dasarian berturut-turut.
"Jadi, peluang hujan tetap ada," jelasnya, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi :
Suhu Muka Laut
Suhu muka laut atau Sea Surface Temperature (SST) di Laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar anara 26-28°C dengan anomali SST antara 0,0 hingga +1,0°C.
Baca Juga: Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketersediaan uap air di atmosfer wilayah selatan Jawa
Dinamika Atmosfer
Gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin serta daerah konvergensi (daerah pertemuan dan perlambatan massa udara) terpantau aktif di Pulau Jawa. Akibatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Jawa menjadi signifikan.
Kelembaban Udara
Kelembaban udara pada lapisan 850 dan 700 hPa atau sekitar ketinggian 1-3 kilometer di atas 75 persen.
"Kondisi yang relatif lembab ini mendukung pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah DIY," jelasnya.
Baca Juga: Susun Raperda Penanggulangan Bencana, DPRD DIY Kolaborasi dengan BMKG DIY
Untuk itu, Stasiun Meteorologi Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
Seperti hujan lebat, petir dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang, karena rawan tumbang.
Untuk wisatawan diimbau menghindari aktivitas di bibir pantai dan mematuhi arahan petugas. Terutama saat gelombang tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 4Demo Mahasiswa di Jogja Hari Ini: Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran dan Makan Bergizi Gratis
- 5Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup
- 6Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM
- 7Ta'aruf Korpri Golek Garwo 2026, Ajang Ketemu Jodoh Para ASN
- 8DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 9DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 10Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup






