Menengok Pengolahan Sampah di Ponpes Krapyak Yogyakarta, Berawal dari 3 Pilahan, Kini Sudah Ada 36 Jenis Sampah

Akurat.co,Jogja-Pondok sering diidentikkan dengan kotor dan jorok.
Anggapan ini coba dibuang jauh-jauh oleh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta.
Pengasuh PP Ali Maksum Krapyak, Nilzam Yahya mengatakan, masyarakat memang sering menganggap pondok itu kotor.
"Tapi kita bisa mengatakan pondok itu bisa bersih," terangnya. Dan dari bersih itu, ia menyampaikan mempunyai apresiasi yang luar biasa.
Baca Juga: Pemkot Jogja Lakukan Safari Tarawih Ramadhan, Ingatkan Program Sampah Mas Jos
Proses pengolahan sampah mandiri Krapyak Peduli Sampah (KPS) di Ponpes Ali Maksum, ternyata juga menginspirasi Ganjar Pranowo untuk mengunjunginya.
"Di sini, semua sampah bisa dikelola sendiri. Bahkan, menghasilkan cuan.
Kalau semua pihak peduli, sepertinya masalah sampah pasti akan selesai," ungkap Ganjar dalam unggahan di Instagram.
Berawal dari tiga jenis atau pilahan
Untuk memulai, Nilzam Yahya menyebut bahwa memang berat. Bahkan ada semacam paksaan kepada santri untuk bersama-sama menjadikan pondok bersih.
Awalnya pondok menyewa truk dengan biaya Rp1 juta sehari untuk mengangkut sampah-sampah dari pondok.
"Kemudian kami memaksa anak (santri) bisa mengolah sendiri, bahkan sekolah itu bisa gak sekolah dulu kalau kotor, bersih dulu, baru kita ngaji," ungkap Nilzam.
Baca Juga: Ring Road Selatan jadi Tempat Buang Sampah Sembarangan, Sekda Bantul: Pelaku Bisa Ditangkap
Nilzam menambahkan, "Kalau gak gitu, saya nggak kasih mulai (mengaji)."
Dari sana pengolahan sampah di Ponpes Ali Maksum berjalan. Berawal dari tiga pilahan atau jenis sampah, kini sudah berkembang menjadi 36 pilahan.
Semua santri yang mengelola dan memilah. Ditempatkan di ember-ember yang disediakan.
Menjadi produk bernilai jual
Dari sampah yang diolah tadi, beberapa menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
Seperti menjadi pupuk kompos, maggot untuk kebutuhan ternak dan perikanan, bahkan ada yang bisa dicetak menjadi mainan.
Pengolahan sampah di Ponpes Ali Maksum juga sudah bisa memproduksi biogas dari sampah untuk kebutuhan memasak.
Baca Juga: Program Emberisasi Sampah Organik Basah, Pemkot Jogja Targetkan 50 Ton per Hari
Pendiri PP Ali Maksum, KH Ali Maksum sempat berpesan, “Nek ra gelem ngresiki, ojo ngregeti” kalau tidak mau membersihkan, jangan mengotori.
Petuah inilah yang menjadi salah satu dasar pondok mengelola sampahnya. Petuah ini juga menjadi salah satu grafiti tentang pengelolaan sampah yang dibuat santri.
Selain grafiti lainnya terkait pengelolaan sampah yang terdapat di PP Ali Maksum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





