36 Tahun Menunggu, Sungai Anakan Kali Oyo Akhirnya Dinormalisasi

Akurat.co,Jogja- Sedimentasi di aliran Sungai Anakan Kali Oyo benar-benar membuat resah warga Hargomulyo, Gendangsari, Gunungkidul.
Selama 36 tahun penumpukan material membuat warga sekitar selalu khawatir akan adanya potensi banjir.
Impian warga Desa Hargomulyo akhirnya terwujdu setelah Pemda Bantul, Dinas Pekerjaan Umum, dan Balai Besar wilayah setempat melakukan langkah normalisasi.
Baca Juga: Wujud Toleransi, Bupati Gunungkidul Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja
Pengerjaan normalisasi ini direncanakan akan menyasar aliran sungai sepanjang 100 meter.
Saat ini, proses pengerukan telah memasuki hari kedua dari target sepuluh hari kerja yang direncanakan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan, langkah normalisasi diambil untuk meminimalisasi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Hargomulyo saat musim hujan tiba.
Pascanormalisasi, bupati meminta kepada Panewu Gedangsari, lurah, serta seluruh warga masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian alam, khususnya di area bantaran sungai.
Baca Juga: 6 Pantai di Gunungkidul yang Bisa Kamu Eksplore Sekaligus, Cukup Bujet Rp30.000
Warga diimbau melalui kegiatan Jumat Bersih atau kerja bakti bersama TNI/Polri untuk tidak menanam tanaman di bantaran sungai, termasuk tanaman pakan ternak yang dapat menghambat jalannya air.
"Jika kita merebut jalannya (air), maka air akan masuk ke rumah untuk meminta jalannya kembali,” kata Endah saat meninjau pelaksaan proyek, dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul, Kamis (16/4/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis









