Jogja

Permintaan Tinggi, Pemkot Jogja Kembangkan Kultur Jaringan Pisang

Haris Ma'ani | 9 Juli 2026, 09:02 WIB
Permintaan Tinggi, Pemkot Jogja Kembangkan Kultur Jaringan Pisang
Kebun plasma nutfah pisang yang dimiliki Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja. (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja merespons permintaan akan bibit pisang yang tergolong tinggi dibanding tanaman lain.

Melalui Dinas Pertanian dan Pangan, Pemkot memprioritaskan pengembangan kultur jaringan tanaman pisang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi tiap tahunya, permintaan bibit pisang di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta berkisar 11.000 sampai 15.000.

Baca Juga: Pemkot Jogja Beri Beasiswa SD hingga SMP Tingkat Kelurahan, Ini Syarat dan Ketentuannya

"Kami masih prioritas pisang karena permintaan masyarakat masih tinggi," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (9/7/2026).

Sukidi menerangkan, dari sejumlah varietas, permintaan bibit pisang Raja paling banyak diburu.

Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta itu kini memiliki sekitar 333 kultivar atau jenis pisang dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara.

Koleksi itu antara lain Pisang Raja, Ambon, Kepok, Mas Raja, Sangga Buwana, Klutuk, Genderuwo, Lase, Morosebo, Jarum, Potho, Tanduk dan Cavendish.

Pisang-pisang itu ditanam di Kebun Plasma Nutfah Pisang dengan luas sekitar 2 hektare.

Sukidi menegaskan Kebun Plasma Nutfah Pisang mempunyai misi utama untuk menyelamatkan kultivar atau varietas yang ada.

Keberadaanya dijaga dan dilestarikan dengan ditanam di Kebun Plasma Nutfah Pisang.

Namun perbanyakan tanaman dengan metode kultur jaringan dilakukan pada sejumlah varietas yang banyak diminati masyarakat.

Baca Juga: Kerja sama dengan Pemkot, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jogja Terapkan Pidana Sosial

“Raja Bagus, Raja Talun, Kepok Merah dan Putih, Ambon Lumut dan Ambon Amerika itu yang sering dicari masyarakat. Jadi kita memproduksi yang sering dicari,” paparnya.

Sukidi mengaku di tengah efisiensi anggaran belum menambah koleksi maupun mencari jenis pisang yang belum dimiliki.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.