Cerita Sukses Urban Farming Kampung Suryodiningratan Jogja, Warga Kota Bisa Hasilkan Sayur Mayur

Akurat.co,Jogja-Sayur mayur biasanya dihasilkan dari daerah pegunungan oleh masyarakat desa.
Tapi, warga kampung Suryodiningratan Kota Jogja memiliki cerita sukses dari penerapan urban farming.
Urban farming adalah kegiatan budidaya tanaman, pengolahan, dan distribusi hasil pangan di wilayah perkotaan yang memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan, balkon, atau atap gedung.
Baca Juga: Pemkot Jogja Dorong Warganya Terapkan Konsep Pertanian Terintegrasi di Perkotaan
Dari lahan sempit tersebut warga setempat menghasilkan sayur mayur, dan bahkan bisa menjualnya.
Salah satu kelompok tani yang mengembangkan urban farming adalah Surya Hijau Suryodiningratan.
Ketua Kelompok Tani Surya Hijau Suryodiningratan, Binarni mengatakan kelompok tani sudah berdiri sejak 20 Desember 2014.
Awalnya hanya mengembangkan budidaya sayuran, kemudian berkembang ke hortikultura hingga akhirnya menerapkan sistem integrated farming yang menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan.
"Hasil pertanian organik yang dibudidayakan banyak diminati masyarakat,termasuk wisatawan mancanegara yang datang untuk memanen langsung," ungkapnya.
Menurutnya, kelompok tani juga telah memperoleh bantuan enam kolam budidaya lele yang kini telah beberapa kali panen.
Lomba Ketahanan Pangan
Berkat sukses mengembangkan urban farming, Kampung Suryodiningratan menjadi salah satu daerah yang ikut dalam Lomba Kampung Tangguh Pangan Tahun 2026.
Dalam kegiatan juri dari Pemkot Jogja melakukan berbagai inovasi ketahanan pangan yang dikembangkan warga.
Baca Juga: Inovasi Pertanian Sawah Terpal Gunungkidul, Bantu Petani Atasi Iklim dan Minim Lahan
Mulai dari kebun sayur organik, budidaya ikan lele, peternakan, hingga sistem irigasi tetes menjadi bukti kolaborasi masyarakat dalam membangun pertanian perkotaan berbasis integrated farming yang kini menjadi fokus penilaian Pemerintah Kota Yogyakarta.
Penilaian lomba tersebut berlangsung mulai tanggal 5–13 Agustus 2026 dan dibagi dalam lima zona yang mencakup 14 Kemantren di Kota Yogyakarta.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 2Gunakan Teknologi 'Live Streaming', Begini Jalannya Pemilihan Lurah PAW Sleman 2026
- 3Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 4Gelar Kuliah Umum, UAJY dan Komnas HAM Kupas Tuntas Hak Atas Tanah dalam Perspektif HAM
- 5Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 6Kembali Berlatih usai Libur, Skuad PSIM Fokus Kembalikan Kebugaran
- 7PLN UP3 Sedayu Jalin Kerja Sama dengan BTN Yogyakarta, Perkuat Layanan Perumahan
- 8Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 9Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 10Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD









