Jusuf Kalla : PMI, Tugas Kemanusiaan Wujud Pengabdian Bagi Bangsa

Akurat.co, Jogja - Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) DIY Masa Bakti 2026-2031 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Minggu (13/09/2026).
Dalam sambutannya Jusuf Kalla mengingatkan kembali, ketugasan di PMI adalah tugas kemanusiaan yang juga menjadi wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.
“PMI ada untuk membantu menangani persoalan bencana, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam. Dan palang merah merupakan tugas kemanusiaan,” ungkapnya.
Jusuf Kalla menuturkan, korban bencana hanya dapat diatasi dengan bekerja bersama. Dan partisipasi seluruh masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal penanganan bencana. Palang Merah dibentuk untuk mengkoordinasi, serta mengatur bagaimana kerja sama masyarakat kepada para korban untuk dapat pulih kembali.
Baca Juga: Siapkan Dana Rp 148 Juta, PMI Sleman Mulai Droping Air Bersih
Menurutnya, Palang Merah berada di tengah. Antara kelompok masyarakat yang ingin membantu dengan masyarakat yang dibantu.
“Apalagi saat ini Indonesia sedang mengalami lima bencana yang bersamaan. Sumatera dan Aceh yang belum selesai renovasinya akibat banjir, muncul gempa NTT, kekeringan dahsyat di Jawa dan juga pulau lainnya, meletusnya Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera. Semua ini membutuhkan perhatian,” ungkapnya.
Wakil Presiden Indonesia 2014-2019 tersebut mengungkapkan, kesadaran akan lokasi wilayah Indonesia yang strategis untuk terjadi bencana, PMI pun mulai terjun pada langkah-langkah preventif. Terutama untuk bencana yang disebabkan karena ulah manusia.
Membacakan sambutan Gubernur DIY, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda DIY, Aria Nugrahadi mengatakan, PMI merupakan mandat kemanusiaan dan bagian penting dari ketangguhan masyarakat, sejak tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Dan DIY adalah wilayah dengan dinamika kebencanaan yang kompleks.
Baca Juga: Antisipasi Dampak El Nino, PMI DIY Siagakan 6 Tangki Air Bersih
“Kita hidup berdampingan dengan berbagai risiko. Mulai dari aktivitas vulkanik, gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga berbagai kedaruratan kesehatan dan sosial,” imbuhnya.
Diungkapkan Aria, pengalaman telah mengajarkan bahwa dalam situasi darurat, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Pertolongan yang cepat dapat menyelamatkan kehidupan. Informasi yang akurat dapat mencegah kepanikan. Relawan yang terlatih dapat menjadi penghubung antara keterbatasan dan harapan.
“PMI juga perlu terus memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, kapasitas relawan, sistem informasi dan komunikasi kedaruratan, pengelolaan logistik, pendidikan kebencanaan, serta pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, PMI dapat bergerak semakin cepat, tepat, terkoordinasi, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PMI DIY 2026 - 2031, GBPH Prabukusumo mengungkapkan, terpilih lagi untuk yang ketiga kalinya ini membuatnya semakin meneguhkan hati untuk lebih semangat melayani dan menjalankan tugas kemanusiaan ini.
Baca Juga: PMI Sleman Gelar Pelatihan Relawan SIBAT, Apa Itu?
“Kepemimpinan ini bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan sebuah tanggung jawab yang sangat besar, dan juga pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan penuh ketulusan,” ungkapnya.
Gusti Prabu mengatakan, keberhasilan PMI DIY berada di tangan seluruh pihak yang ikut terlibat. Tidak hanya jajaran pengurus dan staf, para relawan khususnya yang menjadi ujung tombak organisasi ikut andil dalam keberhasilan setiap misi kemanusiaan yang dijalankan PMI DIY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis





