Jogja

275 Siswa DIY Resmi Mulai Pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah 19 Bantul

Yudi Permana | 15 Juli 2025, 09:05 WIB
275 Siswa DIY Resmi Mulai Pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah 19 Bantul

Akurat.co, Jogja-Sebanyak 275 siswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menjadi murid Sekolah Rakyat, Senin (14/7/2025).

Mereka adalah siswa-siswa dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi DIY. Ratusan siswa ini bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan, rintisan sekolah ini merupakan implementasi dari arahan presiden terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan setara.

Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan, rintisan sekolah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan setara.

Baca Juga: Dinsos Catat, Permasalahan Sosial Di DIY Ada 24 Macam

Sekolah ini merupakan program pendidikan berasrama yang dirancang khusus bagi siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat miskin.

“Konsep dasar Sekolah Rakyat ini merujuk pada kebijakan pusat, terutama untuk anak-anak dari keluarga dengan status miskin ekstrem yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKSN),” ujar Endang.

Dilansir dari jogjaprov.go.id, Sekolah Rakyat di DIY ini menerima 2 siswa kelas 10 dari seluruh wilayah DIY.

Para siswa tidak mendaftar secara umum, melainkan ditentukan melalui seleksi data yang dihimpun oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial.

“Data siswa berasal dari input PKH yang disaring melalui DTKSN, jadi bukan pendaftaran terbuka. Ini murni untuk mereka yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga: Seluruh Layanan Sosial Gratis, Dinsos DIY Minta Masyarakat Lapor jika Ada Pungutan Liar

Sebagaimana sekolah pada umumnya, proses belajar dimulai dengan masa pengenalan lingkungangan sekolah (MPLS) yang lebih panjang dari sekolah biasa. Hal ini dilakukan agar siswa bisa beradaptasi lebih dulu.

"Bayangkan, mereka biasanya tidur di rumah bersama keluarga, sekarang harus tinggal di asrama dan berbagi ruang dengan banyak teman. Butuh waktu untuk beradaptasi,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.