Raih 33 Suara, Guru Besar ITB Resmi Terpilih Jadi Rektor Baru UPN Veteran Yogyakarta
Akurat.co, Jogja - Prof Ir Ridho Kresna Wattimena MT PhD terpilih sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026–2030 melalui Sidang Tertutup Senat Universitas. Prof Ridho unggul dengan raihan 33 suara.
Sementara itu, dua Calon Rektor lainnya, yakni Dr Dra Machya Astuti Dewi MSi meraih 14 suara dan Awang Hendrianto Pratomo ST MT mengantongi satu suara.
Komposisi suara dalam pemilihan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta mengacu pada Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, beserta perubahannya melalui Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018.
Dimana dalam ketentuan tersebut, bobot suara Senat Universitas sebesar 65 persen dan porsi suara menteri sebesar 35 persen.
Baca Juga: Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
Adapun porsi 35 persen suara Menteri dikonversi menjadi 17 suara. Sedangkan total suara Senat Universitas sebanyak 31 suara, sehingga total terdapat 48 suara.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Prof Ardi Findyartini selaku perwakilan Mendiktisaintek menyampaikan pesan Menteri kepada Rektor Terpilih untuk merangkul seluruh elemen di universitas.
“Bapak Menteri berpesan, rektor terpilih harus bisa merangkul semua pihak dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan sebaik-baiknya, sehingga UPN “Veteran” Yogyakarta bisa makin melesat makin maju,” ujarnya, Jumat (02/10/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fondasi penguatan universitas. Menurutnya, optimalisasi kapasitas dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kesejahteraan dan pengembangan karier.
Baca Juga: Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
Karena itu, rektor terpilih diharapkan mampu merumuskan strategi yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan SDM di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Sebagai Kampus Energi dinilai memiliki kompetensi strategis yang perlu terus diperkuat. Keunggulan tersebut tercermin melalui pengembangan keilmuan dan sumber daya manusia di bidang energi, pertambangan, kebumian, lingkungan, serta manajemen kebencanaan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan tantangan masa depan.
“Semoga Rektor Terpilih nanti bisa betul-betul meramu strategi agar UPN “Veteran” Yogyakarta tidak hanya berproses, tetapi melompat ke depan,” imbuhnya.
Ketua Senat UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof Mohammad Nurcholis menjelaskan, hasil Pemilihan Rektor tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Mendiktisaintek untuk diproses sesuai dengan ketentuan dan tahapan yang berlaku.
Setelah proses tersebut selesai, rektor terpilih akan ditetapkan sebagai Rektor definitif dan dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan.
Baca Juga: SAR UPN Veteran Yogyakarta Terjun Bantu Korban Gempa NTT
Ia menegaskan, keputusan akhir mengenai penetapan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030 berada pada tangan Mendiktisaintek.
“Hasil Pemilihan Rektor ini belum merupakan hasil final karena hasil final ditentukan oleh Mendiktisaintek. Selanjutnya, hasil pemilihan akan kami laporkan kepada Menteri untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga nantinya dapat ditetapkan Rektor definitive,” papar Ketua Senat.
Oleh sebab itu, Prof Nurcholis mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga suasana tetap kondusif selama proses penetapan berlangsung, hingga pelantikan Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026-2030.
Prof Ridho merupakan lulusan S1 Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1991. Ia menyelesaikan studi S2 Rekayasa Pertambangan bidang Geomekanika di ITB tahun 1996, serta meraih gelar doktor (S3) bidang Mining, Minerals and Materials dengan konsentrasi Rock Mechanics dari University of Queensland, Australia tahun 2003. Ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur Teknik Pertambangan ITB pada tahun 2019.
Baca Juga: Waspada El Nino, Berikut Dampak dan Langkah Antisipasi dari Dosen Geofisika UPN Veteran Jogja
Saat ini Prof Ridho tercatat sebagai Guru Besar bidang Teknik Pertambangan di ITB. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan akademik, di antaranya sebagai Ketua Program Studi Sarjana Teknik Pertambangan (2008–2009), Ketua Program Studi Magister dan Doktor Rekayasa Pertambangan (2012–2013), Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB (2015–2020), serta Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB periode 2020–2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Raih 33 Suara, Guru Besar ITB Resmi Terpilih Jadi Rektor Baru UPN Veteran Yogyakarta
- 2Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 3Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 4DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 5Cerita Warga Gunungkidul di Musim Kemarau, Tak Sanggup Lagi Memikul Air dari Lokasi Jauh
- 6Bus Pengunjung Taman Pintar Bisa Turunkan Rombongan di Jalan Sriwedari
- 7Resmikan Korea Center, UAJY Perkuat Kerja Sama dan Pengenalan Budaya Korea
- 8Musim Hujan DIY Mulai November 2026, Dua Wilayah Ini Bakal Basah Duluan
- 9Gubernur DIY Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi UMKM dan PKL di DIY
- 10Ada yang Baru dari Honda CRF1100L Africa Twin, Pecinta Petualang Dijamin Kepincut






