Jogja

Waspada El Nino, Berikut Dampak dan Langkah Antisipasi dari Dosen Geofisika UPN Veteran Jogja

Atiek Widyastuti | 31 Agustus 2026, 14:34 WIB
Waspada El Nino, Berikut Dampak dan Langkah Antisipasi dari Dosen Geofisika UPN Veteran Jogja
Dosen Teknik Geofisika UPN Veteran Yogyakarta, Suharsono. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Fenomena El Nino tahun ini perlu menjadi perhatian masyarakat. Hal ini lantaran mempengaruhi kondisi cuaca dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Menghadapi kondisi tersebut, Dosen Teknik Geofisika UPN Veteran Yogyakarta Suharsono, menjelaskan potensi dampak yang perlu diwaspadai, serta langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat.

Menurutnya, fenomena El Nino berkaitan dengan kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga di bagian timur, namun dapat berdampak pada suhu secara global. Perubahan suhu tersebut, berpengaruh pada kondisi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Di kawasan Amerika Latin seperti Peru justru akan muncul hujan di atas rata-rata normal. Sedangkan, di bagian timur, seperti Indonesia pengaruhnya adalah musim kering dan berkurangnya curah hujan,” jelasnya, Senin (31/08/2026).

Baca Juga: Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino tahun ini diprediksi mencapai intensitas kuat, serta berlangsung hingga kuartal pertama 2027. Diperkiraan sekitar 70 persen wilayah Indonesia akan terdampak atau lebih luas dibandingkan dampak El Nino pada 2023 lalu, sekitar 63 persen di wilayah Indonesia.

Namun demikian, Suharsono memperkirakan dampak El Nino tidak akan dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa wilayah di utara garis ekuator berpeluang tetap mengalami curah hujan, meskipun berada di bawah rata-rata.

“Untuk wilayah yang berada di selatan garis ekuator, seperti Jawa, Bali, NTB dan NTT diprediksi berpotensi mengalami dampak lebih kering,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu merasa khawatir secara berlebihan. Sejumlah langkah antisipatif dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif El Nino.

Baca Juga: Antisipasi Dampak El Nino, PMI DIY Siagakan 6 Tangki Air Bersih

Pertama, masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah. Pasalnya, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kedua, melakukan efisiensi penggunaan air. Secara regional, peta hidrogeologi di wilayah Yogyakarta menunjukkan penyebaran dan kelimpahan akuifer air tanah yang beragam, wilayah utara Yogyakarta seperti Sleman memiliki pasokan air yang besar, namun di wilayah yang lain kelimpahan air lebih kecil bahkan ada yang kurang seperti daerah Gunungkidul sebagai kawasan Karst. Dalam menghadapi El Nino 2026 ini perlu distribusi dan subsidi air dari wilayah yang berlimpah ke wilayah yang kurang.

“Daerah yang masih memiliki pasokan air berlebih, seperti Sleman, dapat berbagi dengan daerah yang kekurangan air, seperti Gunungkidul. Dengan demikian, kita dapat berbagi sekaligus memanfaatkan air secara efisien,” imbuhnya.

Ketiga, menjaga kesehatan dengan menggunakan masker untuk mengantisipasi potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengkonsumsi air putih yang cukup guna mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.

Baca Juga: El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya

Secara umum, Suharsono mengimbau masyarakat untuk tidak menyikapi fenomena El Nino dengan kekhawatiran yang berlebihan lantaran fenomena ini merupakan siklus yang berulang.

Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, namun perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak yang ditimbulkan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita dapat menghadapi setiap perubahan atau gangguan alam dengan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, disertai kewaspadaan terhadap potensi dampaknya,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.