SAR UPN Veteran Yogyakarta Terjun Bantu Korban Gempa NTT

Akurat.co, Jogja - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta melalui Tim Search and Rescue (SAR) turut membantu penanganan korban gempa NTT.
Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta diterjunkan langsung guna membantu percepatan penyaluran bantuan logistik dan medis, serta menangani warga terdampak gempa NTT.
Tim dipimpin langsung oleh Komandan SAR UPN “Veteran” Yogyakarta Lilik Indriharta bersama dua relawan mahasiswa, Maximus Ary Tonapa (Informatika 2023) dan Dzaky Muhammad Ananta (Teknik Kimia 2024).
Rombongan tiba di NTT, Kamis (20/08/2026) lalu dan langsung bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Posko Induk/Pusat Koordinasi Penanganan wilayah Flores bagian barat dan Posko lapangan utama BPBD Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga: Basarnas Gelar Simulasi Gempa di Candi Prambanan
Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta juga ditunjuk oleh BPBD Kabupaten Manggarai Barat untuk membantu mendistribusikan obat-obatan bantuan dari Kementerian Kesehatan RI yang disalurkan ke seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Manggarai Barat
"Jadi tugas utama tim adalah membantu pendataan penerimaan logistik yang masuk melalui jalur udara dan laut dari berbagai kementerian serta lembaga," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (09/09/2026).
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim SAR UPN Veteran Yogyakarta juga menyerahkan hasil penggalangan dana sebesar Rp 29.740.000 yang dihimpun selama periode 20–29 Agustus 2026.
Donasi tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak. Meliputi kebutuhan pangan seperti sembako dan makanan bayi, kebutuhan sandang dan perlengkapan, serta kebutuhan hunian sementara berupa terpal dan yang lain.
Baca Juga: Pasca Gempa Cilacap, 20 Perjalanan Kereta yang Melintas di Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Bantuan tersebut kemudian didistribusikan langsung ke Desa Mbililing dan Rehak di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, serta wilayah Kecamatan Barong di Kabupaten Manggarai Timur.
Selain menyalurkan bantuan logistik dan medis, Tim SAR UPN “Veteran” Yogyakarta juga memberikan program trauma healing kepada warga terdampak gempa.
"Ini dilakukan untuk membantu warga, khususnya anak-anak, dalam memulihkan kondisi psikologis pasca bencana," jelasnya.
Berkaca pada pengalaman penanganan gempa NTT, Lilik menekankan pentingnya keberadaan Tim Siaga Bencana pada tingkat desa. Menurutnya, relawan tingkat desa tersebut memiliki peran krusial di awal pasca bencana. Tugasnya bukan dalam proses rescue tetapi lebih menjadi fasilitator yang bertugas melakukan pendataan cepat dan pemetaan situasi.
Baca Juga: Gempa Cilacap, Getarannya Hingga Jogja
“Respons cepat di level daerah tersebut akan membantu BPBD lebih cepat mengetahui peta topografi, pemukiman terisolasi, jumlah warga terdampak, sehingga kebutuhan logistik dapat segera dikirim sesuai kebutuhan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 4Demo Mahasiswa di Jogja Hari Ini: Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran dan Makan Bergizi Gratis
- 5Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup
- 6Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM
- 7DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 8Ta'aruf Korpri Golek Garwo 2026, Ajang Ketemu Jodoh Para ASN
- 9DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 10Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup





