Jogja

Target Rektor Baru UPNVY Prof Ridho, Tembus Peringkat Dunia Tahun Depan

Atiek Widyastuti | 29 Oktober 2026, 14:40 WIB
Target Rektor Baru UPNVY Prof Ridho, Tembus Peringkat Dunia Tahun Depan
Rektor UPNVY Prof Ridho menerima ucapan selamat saat lepas sambut. - Akurat.co/Atiek Widyastuti

Akurat.co, Jogja - Sejumlah program kerja bakal segera dilakukan Prof Ridho Kresna Wattimena usai resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta (UPNVY) periode 2026-2030.

Mulai dari peningkatan prestasi mahasiswa hingga tata kelola kelembagaan.

Hal yang tidak luput dari perhatian Prof Ridho, adalah memperbaiki peringkat UPNVY. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Persoalan kepegawaian SDM juga tetap akan kita prioritaskan. Bagaimana kita menata UPN kedepannya. Karena itu hal yang penting,' ungkapnya kepada media usai lepas sambut dengan keluarga besar UPNVY di  Auditorium WR Supratman, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta

Terkait peringkat UPNVY, Prof Ridho menjelaskan, 35 persen itu dari academic reputation, 15 persen dari employee reputation.

"Artinya, 50% itu dari survei. Itu yang akan kita lakukan supaya kita bisa masuk ke ranking international. Kita nggak muluk-muluk, 1.300-1.400 tahun depan, mudah-mudahan bisa," jelasnya.

Jadi, bagaimana bisa masyarakat semakin kenal dengan UPNVY. Termasuk pemberi kerja juga tahu dengan UPNVY.

"Jadi, kalau mereka ditanya langsung bisa jawab. Karena itu setengah sendiri dari penilaian. Jadi, meningkatkan reputasi UPN di mata universitas lain dan meningkatkan pengetahuan tentang UPN di pemberi kerja. Karena itu 50 persen," tegasnya.

Baca Juga: UPN "Veteran" Yogyakarta, Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pers

Prof Ridho adalah rektor UPNVY kedua yang berasal dari la UPNVY. Meski demikian, dia telah mengenai UPNVY sejak 1989. Dia juga cukup banyak bergaul dengan dosen-dosen UPNVY. Termasuk alumni.

Menurutnya, tidak ada perbedaan mendasar antara UPNVY dengan PTN lainnya. Termasuk ITB tempat dia mengajar sebelumnya. "Bedanya ITB melih tua dari UPN. Itu saja," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.