Jogja

Cerita Saryono, Pernah Putus Sekolah dan jadi Tukang Kebun, Kini Raih Gelar Doktor di UNY

Haris Ma'ani | 3 November 2026, 06:17 WIB
Cerita Saryono, Pernah Putus Sekolah dan jadi Tukang Kebun, Kini Raih Gelar Doktor di UNY
Dr.Saryono yang baru saja diwisuda di UNY. -foto: dok.UNY

Akurat.co,Jogja-Saryono mungkin tak membayangkan jika pencapaian akademisnya bisa setinggi sekarang.

Ia baru saja meraih gelar doktor Pendidikan Kewarganegaraan (PKNH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY dengan IPK 3,95.

Di usianya yang genap 40 tahun, pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya.

Baca Juga: 2.000 Siswa Magang dan Pekerja Luar Negeri Akan Dilepas di UNY 29 Oktober

Tak mudah baginya meraih capaian akademik seperti saat ini.

Dalam perjalanannya, ia sempat putus sekolah dan bekerja sebagai tukang kebun.

Saryono menceritakan bahwa dirinya merantau ke Jakarta ketika masih duduk di kelas II SMP.

Dalam perjalanan hidupnya, ia harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja sebagai tukang kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Meski demikian, keadaan tersebut tidak membuatnya sepenuhnya meninggalkan cita cita untuk melanjutkan pendidikan.

Ia kemudian menempuh pendidikan melalui jalur kesetaraan Paket B dan Paket C.

Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, Saryono melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, magister, hingga doktor.

Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana kesempatan pendidikan dapat terus diperjuangkan meskipun seseorang menghadapi keterbatasan pada tahap awal kehidupannya.

Selama menempuh pendidikan doktoral, tantangan terbesar yang dihadapi Saryono adalah membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan studi.

Ia harus mengatur waktu dengan cermat, termasuk mengorbankan waktu istirahat malam untuk menyelesaikan tugas akademik.

Baca Juga: Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang

Dukungan keluarga menjadi salah satu hal penting yang membantunya melewati proses tersebut.

"Selain itu saya ingin memberikan kontribusi kepada bangsa melalui pendidikan," ujarnya dikutip dari laman resmi UNY, Selasa (3/11).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.