Profil Dominikus Dion Oktawian Wibowo, Gelandang Muda PSS yang Tampil Solid di Semifinal AFF U-23 vs Thailand

Akurat.co, Jogja-Dominikus Dion Oktawian Wibowo mendapat kepercayaan mengawal lini tengah timnas U-23 saat semifinal melawan Thailand, Jumat (25/7/2025) malam wib.
Mengisi posisi gelandang tengah, yang sebenarnya bukan posisi aslinya, Dion nyatanya tampil solid sebelum diganti.
Gelandang PSS Sleman tersebut mengambil peran Arkhan Fikri yang masih belum fit 100 persen.
Menjadi dirigen lapangan tengah timnas di partai krusial, mobilitas dan visi bermain Dion cukup bagus sepanjang permainan.
Baca Juga: PSS Sleman Perpanjang Kontrak Dominikus Dion Sampai 2028
Ia aktif membuka ruang, mengalirkan bola, dan mengatur ritme permainan.
Daya jelajahnya di lini tengah juga membuat permainan timnas U-23 cukup solid dalam penguasaan bola.
Profil singkat Dion
Nah, bagi yang belum begitu mengenal Dion, berikut adalah profil singkatnya.
- Nama lengkap: Dominikus Dion Oktawian Wibowo
- Panggilan: Dion
- Tempat kelahiran: Sleman, Indonesia
- Tanggal lahir/Umur: 14 Oktober 2004 (20)
- No Punggung Timnas U-23: 14
- Tinggi: 1,66 m
- Kewarganegaraan:Indonesia
- Posisi:Bek-Kanan, Gelandang Tengah, Sayap Kanan
- Kaki dominan: kanan
- Klub Saat Ini: PSS SlemanBergabung: 1 Jul 2023
Sebagai anak asli Sleman, Dion tumbuh dan berkembang di lingkungan pengembangan sepak bola PSS.
Dion adalah produk asli dari PSS Development Center, yang sudah menelurkan beberapa bakat muda potensial.
Kerja keras dan talenta yang dimiliki mengantarkan Dion akhirnya menembus tim utama PSS.
Pada era kepelatihan Wagner Lopes, Dion bahkan beberapa kali mendapat kepercayaan penuh bermain sejak awal laga atau sebagai starting line-up.
Salah satu yang membuat karier Dion berkembang adalah kemauannya belajar dari senior.
Saat namanya mendapat kepercayaan dari pelatih tampil di kompetisi kasta tertinggi, Dion mengaku banyak meminta masukan dan mempelajari para seniornya bermain di Liga 1 pada musim lalu.
"Saya sudah banyak belajar dari pemain senior untuk menghadapi pemain yang levelnya di atas saya. Bagaimana cara saya menghadapinya dengan diberi masukan-masukan dari senior,” jelasnya.
“Saya juga melihat video bermain pemain yang akan kami hadapi. Itu membantu saya untuk menganalisa lawan yang akan saya hadapi dan bagaimana mengatasinya,” katanya.
Dion adalah salah satu talenta muda PSS yang terus dipertahankan Super Elja guna mengarungi musim kompetisi Liga 2 atau Championship.
Semoga saja Dion turut membawa PSS kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 4Gunakan Teknologi 'Live Streaming', Begini Jalannya Pemilihan Lurah PAW Sleman 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Gelar Kuliah Umum, UAJY dan Komnas HAM Kupas Tuntas Hak Atas Tanah dalam Perspektif HAM
- 7Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 8Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 9Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 10Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD





