Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital

Akurat.co, Jogja - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Sleman meluncurkan sejumlah program kreativitas untuk menggerakkan ekonomi Sleman.
Salah satunya lewat 'Masdaku' atau Mahasiswa Mendampingi Pelaku Usaha. Program ini diluncurkan untuk mengakselerasikan digitalisasi dan pemasaran produk UMKM di wilayah setempat.
"Kami menggandeng sejumlah perguruan tinggi. Dimana mereka akan menerjunkan mahasiswa yang nantinya akan mendampingi pelaku UMKM yang mengalami kesulitan terkait pemasaran digital. Keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan ini juga dikonversikan sebagai penambahan bobot satuan kredit semester (SKS)," kata Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop UKM Sleman, Sri Wara Nusandari, Jumat (25/09/2026).
Saat ini menurutnya, pemasaran digital menjadi masalah utama bagi pelaku UMKM. Usia menjadi salah satu penyebab.
Baca Juga: Pemkab Sleman Gandeng dunia Usaha dan Kampus untuk Manfaat AI Bagi UMKM
"Sebagian besar pelaku usaha di Kabupaten Sleman sudah cukup berumur, sehingga kesulitan memahami teknologi. Berbeda dengan anak muda yang mampu menguasai pasar digital hingga produknya dikenal secara global," ungkapnya.
Sri Wara mengatakan kehadiran mahasiswa melalui program ‘Masdaku’ sangat efektif memberikan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi UMKM. Mulai dari pengelolaan penjualan daring, pembukuan keuangan, hingga komunikasi serta etika pelayanan konsumen.
Keterlibatan mahasiswa ini, lantaran Diskop UKM Sleman memiliki keterbatasan sumber daya manusia. Mengingat jumlah UKM di Kabupaten Sleman mencapai 111.000 pelaku yang tersebar di seluruh kabupaten.
Lebih lanjut Sri Wara mengungkapkan, selain digitalisasi pemasaran, pemanfaatan potensi lokal juga jadi salah satu strategi untuk penguatan UMKM kreatif lokal.
Baca Juga: Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Momentum Kebangkitan UMKM Sleman
Produk unggulan Sleman yang bernilai jual tinggi antara lain, bambu, nila, salak, batik dan jadah tempe. "Kita lakukan upaya untuk meningkatkan nilai jual produk unggulan tersebut dengan melakukan inovasi," ungkapnya.
Sedangkan untuk kolaborasi pentahelix, selain kolaborasi dengan perguruan tinggi juga komunitas. Antara lain, Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) di beberapa kegiatan untuk memasyarakatkan keberadaan kebaya dan kain wastra nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 3PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 6Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 9Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 10Kena Hukuman Tambahan Kartu Merah, Purzycki Absen Lawan Persija



