PSS Kebobolan 16 Gol dan Paling Banyak di Super League, Pieter Huistra Akui Problem Lini Belakang

Akurat.co,Jogja-PSS Sleman kembali menelan kekalahan. Berlaga di pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 Super Elang Jawa takluk dengan skor 1-3 dari tuan rumah Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (1/11) malam.
Tim asuhan pelatih Pieter Huistra ini bahkan sudah harus tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama lewat gol Brian Rubio di menit ke-12 dan Jayro Jean menit ke-18.
Gustavo Tocantins sempat memperkecil keadaan melalui golnya di menit ke-71.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kekalahan PSS dari Borneo, Total 5 Kali Kalah, Masuk Zona Degradasi
Tapi, Garudayaksa kembali memperlebar jarak lewat gol bunuh diri Cleberson menit ke-76 yang berupaya mengadang pergerakan Brian Rubio.
Tiga gol yang bersarang ke gawang PSS menjadikan catatan khusus bagi tim yang bermarkas di Maguwoharjo.
PSS sejauh ini sudah kebobolan total 16 gol, salah satu dari tim dengan kemasukan terbanyak di Super League.
Dua tim lainnya yang sama-sama kebobolan 16 gol adalah Isenmulang dan Persijap.
Bukan tanpa kebetulan, ketiga tim sama-sama menempati peringkat tiga terbawah. PSS posisi 16, Isenmulang (17), dan Persijap (18).
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra mengakui jika lini pertahanan masih menjadi salah satu aspek yang harus segera dibenahi.
"Cara kita membiarkan gol-gol tercipta di pertandingan akhir-akhir ini membuat segalanya menjadi sulit bagi tim kita sendiri,” kata Pieter usai laga melawan Garudayaksa.
Pelatih asal Belanda ini menekankan lini pertahanan PSS yang disebutnya masih rapuh.
"Secara defensif, kita tidak cukup baik saat ini. Kita harus bekerja keras lagi untuk memperbaiki itu, kita harus terus bekerja keras untuk memperbaikinya,” ucap Pieter Huistra lagi.
Selain itu, Huistra juga menyoroti tentang kartu merah yang didapat Kevin Gomes di laga lawan Garudayaksa FC itu. Diakuinya, hal tersebut juga jadi faktor yang mengubah pertandingan.
Baca Juga: Seberapa Penting Kehadiran Slemania di Laga PSS? Ini Kata Pieter Huistra
“Kartu merah yang didapat mengubah jalannya pertandingan. Hanya saja memang kami tidak boleh menjadikannya sebagai alasan. Yang pasti, ada banyak yang harus diperbaiki, khususnya untuk lini pertahanan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









