Jogja

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Pemerintah Siapkan Skema 100 Ribu Peserta Magang untuk Serap Tenaga Kerja Muda

Yudi Permana | 21 November 2025, 07:16 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap Pemerintah Siapkan Skema 100 Ribu Peserta Magang untuk Serap Tenaga Kerja Muda

Akurat.co,Jogja-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengungkap pemerintah menyiapkan skema magang untuk menyerap tenaga kerja muda.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat acara Grafika Talkshow yang diadakan di Gedung Smart Green Learning Center (SGLC), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (19/11).

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema 100 ribu peserta magang untuk ditempatkan di industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga kementerian.

Baca Juga: Peneliti UGM Kenalkan Beras Presokazi, Rasa Pulen dengan Kandungan Zat Besi dan Seng Penuh Gizi

Selama enam bulan, peserta akan memperoleh kompensasi setara UMR yang seluruh biayanya ditanggung pemerintah. Skema ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja muda.

Selain itu, guna menumbuhkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, Airlangga juga mengungkap kebijakan kredit berbasis kekayaan intelektual (IP), yang memungkinkan karya inovatif dijadikan jaminan pembiayaan.

“Mulai tahun depan, kita alokasikan 10 triliun untuk kredit berbasis IP atau ekonomi kreatif. Ini peluang besar bagi kampus dan startup,” jelasnya.

Airlangga juga menekankan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi era semikonduktor, Artificial Intelligence (AI), dan komputasi kuantum.

“Indonesia masih tertinggal jauh, Singapura punya 450 start-up AI, Indonesia baru 45. Ini harus jadi PR untuk UGM dan perguruan tinggi lain,” tegasnya.

Baca Juga: Pakar Kesehatan Kulit UGM Ungkap Bahaya Memakai Produk Kecantikan Ilegal, Merkuri Bisa Merusak Ginjal

Dalam kesempatan sama, Airlangga juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat di tengah target ekonomi yang terus bergerak.

“Ke depan, kita harus kembali memperkuat sains, teknologi, engineering, art, dan matematika. Potensi akademis harus dimaksimalkan. Kita ingin Indonesia tumbuh hingga 8 persen.

Itu hanya mungkin jika kita berlari, bukan berjalan,” tegasnya dikutip dari laman resmi UGM.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.