Pakar Kesehatan Kulit UGM Ungkap Bahaya Memakai Produk Kecantikan Ilegal, Merkuri Bisa Merusak Ginjal

Akurat.co,Jogja-Guru besar dan pakar kesehatan kulit FKKMK UGM, Prof.Dr.Hardyanto Soebono mengungkap bahaya memakai produk kecantikan atau kosmetik ilegal.
Bahkan katanya, pemakaian merkuri, yang kerap digunakan dalam produk pemutih kulit memiliki efek merusak ginjal.
Hardyanto mengungkapkan kekhawatirannya seiring masih banyaknya ditemukan produk kosmetik dan skincare yang mengandung bahan bahaya dan dilarang.
Selain merkuri, penggunaan hydroquinon sebagai produk pemutih yang juga berdampak buruk bagi pengguna.
Bahkan jika penggunaan dilakukan secara berlebihan akan mengakibatkan kulit rusak dan terbakar.
“Dengan pemakaian dosis terlalu tinggi, tentu bisa membuat kulit terbakar, dan jika pemakaian terlalu lama menjadikan kulit bisa menjadi hitam. Timbul flek-flek hitam dari timbunan hydroquinon yang ada di bawah kulit,” jelasnya.
Tanda memakai produk kecantikan berbahaya
Hardyanto menjelaskan terdapat gejala awal atau tanda-tanda yang bisa ditemui pada orang yang memakai produk-produk kecantikan berbahan berbahaya.
Produk kecantikan yang mengandung hydroquinone misalnya, maka akan memberi efek putih secara instan, namun kemudian akan timbul efek hitam pada kulit.
“Penggunaan hydroquinone mungkin pertama bagus untuk pemutih kulit. Tapi pemakaian lebih dari dua bulan maka justru kulit akan bertambah hitam. Ini dikarenakan timbunan dari hydroquinone di bawah kulit,” terangnya.
Hardyanto tak habis pikir, meski jelas-jelas berdampak buruk bagi kulit namun masih saja banyak perusahaan kecantikan menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk mengeruk keuntungan.
BPOM terus merazia produk kosmetik berbahaya
Tiap tahunnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan puluhan produk kosmetik dan skincare yang terbukti mengandung bahan berbahaya dan dilarang.
BPOM di tahun ini berhasil mengungkap 23 produk yang mengandung merkuri, asam retinoat, hidroquinon, pewarna merah K3 dan K10, serta pewarna acid orange 7.
“Salah satu tugas BPOM adalah mengawasi obat dan kosmetik yang beredar. Di lapangan jika menemukan atau ditemukan kosmetik mengandung bahan-bahan yang berbahaya mereka harus melarang,” terangnya dikutip dari laman resmi UGM.
3Baca Juga: Di UGM, Presdir Unilever Indonesia Ungkap Rahasia Sukses Berkarier di Dunia Kerja Saat In
Tips menghindari produk berbahaya
Hardyanto memberikan sejumlah tips guna menghindari atau mengenali produk kecantikan berbahaya.
Pertama, konsumen melakukan pengamatan atau melihat tanda izin dari BPOM pada kemasan produk.
Kedua, berkonsultasi dengan dokter kulit terkait permasalahan kondisi kulit.
Ketiga, membuka wawasan atau memperluas edukasi terkait penggunaan kosmetik.
“Edukasi ini penting untuk menghindari efek samping jangka panjang dari pemakaian kosmetik. Karena jumlah produk kosmetik sekarang ribuan,” jelasnya.
Hardyanto sangat berharap masyarakat paham betul terkait penggunaan kosmetik. Tidak sedikit dari anak muda saat ini, disebutnya, mudah terpengaruh iklan produk kecantikan di social media tanpa mendalami isi kandungan produk kecantikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 3Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 4Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 7Kalurahan Triwidadi Bangun Fasilitas Ramah Disabilitas Lewat Dana Keistimewaan
- 8Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY
- 9Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 105 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?









