Jogja

Produk Furnitur UMKM Jogja Eskpor Perdana ke Luar Negeri

M. Mubin Wibawa | 18 Desember 2025, 09:05 WIB
Produk Furnitur UMKM Jogja Eskpor Perdana ke Luar Negeri

Akurat.co,Jogja-Produk furnitur UMKM Yogyakarta melakukan ekspor perdana ke luar negeri.

Produk dari CV Sorajati Dharma Biru di Maguwoharjo, Sleman, ini melepaskan eskpor perdananya dengan mitra mereka di Bora-Bora Island, French Polynesia.

CV Sorajati Dharma Biru mengirimkan dua kontainer pertama dengan nilai ekspor sebesar USD 80.400. Sementara, total mencapai sembilan kontainer dengan nilai keseluruhan sebesar USD 334.575

Pimpinan CV Sorajati Dharma Biru, Yosef Boyke Dharma, menyampaikan ekspor perdana tersebut dilakukan sebanyak dua kontainer dari total sembilan kontainer dengan nilai keseluruhan USD 334.575 dan total produk yang dikirimkan sebanyak 532 pieces.

Baca Juga: UMKM DIY Tembus Pasar Internasional, Palem Craft Ekspor Produk Home Decor Bernilai Ratusan Juta

“Ekspor perdana hari ini sebanyak 2 kontainer dari total 9 kontainer dengan nilai 334.575 USD dengan total produk yang dikirimkan sebanyak 532 pieces,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menyampaikan bahwa ekspor perdana ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap produk UMKM DIY yang memiliki kualitas dan daya saing.

“Peningkatan volume dan ragam ekspor adalah indikator yang nyata dari kualitas daya saing dan inovasi produk-produk kita di mata dunia,” tambah Yuna.

Yuna pun menyampaikan apresiasi kepada CV Sorajati, produk furnitur yang dilepas merupakan salah satu komoditas unggulan DIY dengan nilai tambah tinggi.

Baca Juga: Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kota Yogyakarta Catat 6.835 Pelaku Usaha Kecil hingga 2025

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI, Tirta Karma Senjaya, menegaskan bahwa industri furnitur merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia dengan daya saing kuat di pasar global.

“Keunggulan bahan baku, keterampilan pengerajin, kualitas desain, serta konektifitas UKM kita menjadikan produk Indonesia memiliki posisi yang kompetitif di pasar internasional, termasuk pasar non-tradisional yang semakin berkembang,” ujar Tirta.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.