Jogja

Kasus DBD di Sleman, Dinkes Sleman Tetap Himbau Warga Tetap Waspada

Atiek Widyastuti | 8 November 2026, 11:51 WIB
Kasus DBD di Sleman, Dinkes Sleman Tetap Himbau Warga Tetap Waspada
Ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah. -foto: magnific.com

Akurat.co, Jogja - Hingga Oktober 2026, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), terdapat 341 kasus demam dengue. Dari jumlah tersebut yang positif demam berdarah dengue terdapat 109 kasus.

Meski angkanya menurun, Dinkes tetap menghimbau pada masyarakat untuk tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman dr Khamidah Yuliati mengatakan, meski kasusnya menurun dan nol (0) kasus kematian, masyarakat tetap harus waspada.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, DPUPKP Sleman Prioritaskan Hal Ini

"Pada musim hujan, tempat penampungan air dan berbagai barang yang dapat menampung air hujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ungkapnya, Minggu (08/11/2026).

Diungkapkannya, kasus DBD di Sleman terjadi penurunan sejak 2020. Tepatnya setelah adanya teknologi Wolbachia. Tapi kembali meningkat karena el nino 2024 lalu dengan 675 kasus.

Dinkes Sleman mencatat, tahun 2020 terdapat 810 kasus DBD. Turun menjadi 282 kasus pada 2021, sedikit naik jadi 330 kasus pada 2022 dan kembali turun pada 2023 dengan 146 kasus.

"Upaya terus kita lakukan dalam hal pengendalian DBD. Salah satunya dengan langkah surveilans kasus, pengendalian vektor dan sosialisasi pada masyarakat," jelasnya.

Cegah DBD dengan Gerakan 3M Plus

  1. Menguras tempat penampungan air secara berkala.

  2. Menutup rapat tempat penampungan air.

  3. Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

  4. Melakukan langkah tambahan. Seperti menggunakan rapelan, memasang kasa pada ventilasi dan menjaga lingkungan agar tidak ,menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca Juga: Hingga November 2026, 2 Warga Sleman Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis

"Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan jentik secara rutin melalui peran aktif keluarga, kader kesehatan dan juru pemantau jentik di lingkungan setempat," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.