Jogja

Dari Suka Hadiahi Bunga, Mahasiswi UGM Sukses Bisnis Buket

Haris Ma'ani | 5 November 2026, 08:30 WIB
Dari Suka Hadiahi Bunga, Mahasiswi UGM Sukses Bisnis Buket
Shafa Azalia, sukses bisnis buket bunga. -foto: ugm,ac.id

Akurat.co,Jogja-Awalnya Shafa Azalia suka memberikan hadiah bunga untuk sahabatnya.

Dari kebiasaan itu, mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2023 malah memiliki ide bisnis kreatif penjualan hadiah buatan tangan (handmade) hingga buket bunga.

Kini ia mengelola wirausaha bisnis kreatif yang bernama Azaliaa Bouquet.

Baca Juga: Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM

Dikutip dari laman resmi UGM, usaha ini mulai dikembangkan secara intensif oleh Shafa sejak pertengahan tahun 2024.

Melalui promosi media sosial dan momentum pemanfaatan wisuda serta event kampus di UGM, Azaliaa Bouquet berhasil mencatatkan omzet stabil setiap bulannya.

“Awalnya tidak pernah terpikirkan untuk membangun bisnis. Dahulu hanya berniat memberi hadiah buatan sendiri untuk teman. Setelah terus mencoba trial and error , hasilnya semakin rapi hingga akhirnya didukung orang tua untuk diseriusi, ” ujarnya.

Sebagai mahasiswa prodi Akuntansi FEB UGM, Shafa mengaku ilmu yang didapatnya di bangku perkuliahan memberikan dampak nyata dalam pengelolaan operasional bisnis.

Ilmu pencatatan keuangan digunakan untuk merapikan pembukuan transaksi pesanan,sementara teori akuntansi biaya diterapkan dalam mengkalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) secara presisi.

“Ilmu akuntansi dan manajemen sangat terasa manfaatnya.Saya bisa mengimplementasikan pencatatan keuangan usaha secara riil, tentukan HPP yang realistis,hingga menyusun strategi pemasaran dan penentuan segmentasi pasar,” jelasnya.

Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa aktif dengan padatnya jadwal kuliah, organisasi, magang, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi tantangan tersendiri bagi Shafa. Guna menjaga ritme kerja agar tidak mengganggu jadwal kuliahnya. Ia pun menerapkan manajemen waktu berdasarkan prioritas penggunaa nKalender Google dan catatan agenda harian.

Bagi Shafa,proses merangkai buket justru diposisikan sebagai sarana pelepasan stres (pelepasan stres) di tengah padatnya aktivitas akademik.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume pesanan pada musim wisuda yang pernah mencapai 100 buket dalam dua hari. Ia pun tidak segan-segan berkolaborasi dengan teman-teman terdekatnya dalam proses produksi.

Baca Juga: IHSG Melemah, Pakar UGM Ungkap Risiko Besar yang Dihadapi Indonesia

Yang menarik, setiap rangkaian bunga yang diracik Shafa tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga membawa pesan yang mendalam mulai dari ucapan selamat hingga ungkapan rasa bangga di setiap momen perayaan wisuda, ulang tahun hingga berita duka.

Meski usahanya ini dilakukan dengan cara promosi di medsos, Shafa menargetkan Azaliaa Bouquet nantinya bisa memiliki toko, menambah tenaga kerja tetap, hingga memperluas kemitraan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.