Jogja

Berburu Bakmie Pentil, Kuliner Tradisional Bantul yang Rasanya Khas dan Murah Meriah

Yayat Rismunadi | 14 Agustus 2025, 17:25 WIB
Berburu Bakmie Pentil, Kuliner Tradisional Bantul yang Rasanya Khas dan Murah Meriah

Akurat.co, Jogja - Berburu kuliner tradisional di Jogjakarta merupakan sebuah sensasi dan kesenangan tersendiri bagi penikmat kuliner yang sedang liburan di Jogja.

Karena kuliner tradisional banyak mengingatkan masa kecil yang tidak dapat diulang, sehingga banyak yang mencoba berburu kuliner tradisional meskipun sangat sulit dicari.

Baca juga: Menikmati Agrowisata Bhumi Merapi, Wisata Keluarga yang Populer di Sleman

Di Kabupaten Bantul, ada salah satu kuliner yang cukup legendaris dan masih tetap eksis hingga saat ini, yaitu bakmie pentil yang biasanya banyak dijual di pasar tradisional yang ada di Bantul.

Bakmie pentil merupakan kuliner khas asli Bantul yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dengan bakmie yang dijual pada umumnya.

Baca juga: Berendam di Pemandian Tirta Budi, Spot Hidden Gem yang Cocok untuk Berendam

Bahkan, nama "pentil" karena bentuknya yang panjang, kenyal, tebal seperti sebuah gelang. Bakmie pentil ini juga menjadi salah satu kuliner yang tersu diburu oleh wisatawan dan warga lokal.

Terbuat dari olahan tepung tapioka atau pati singkong, bakmie pentil ini tentu saja memiliki tekstur yang lebih kenyal dan lebih elastis dari bakmie biasa.

Baca juga: Pantai Nglambor, Spot Snorkeling yang Seru di Gunung Kidul

Selain itu, bakmie pentil yang dijual di pasaran memiliki dua warna yaitu kuning dengan tambahan pewarna alami dari kunyit, dan putih yang warnanya berasal dari tepung tapioka.

Satu porsi menu bakmie pentil penyajiannya cukup menarik, yang terdapat campuran sayur-sayuran seperti kubis, daun singkong, sambal goreng tempe, dan kuah santan kental yang begitu gurih.

Sajian rasa yang nikmat, bakmie pentil yang legendaris ini harganya sangat terjangkau, hanya Rp5.000 sampai Rp10.000 per porsi dengan bungkusan daun pisang.

Bakmie pentil tidak banyak dijual di tempat umum, lebih banyak ditemukan pada pagi hari di pasar-pasar tradisional yang ada di Bantul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.