Jogja

Saingi Bali, Sri Sultan HB X Ungkap Rencana Pengembangan Wisata Parasailing di Selatan Yogyakarta

M. Mubin Wibawa | 10 Oktober 2025, 10:28 WIB
Saingi Bali, Sri Sultan HB X Ungkap Rencana Pengembangan Wisata Parasailing di Selatan Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkap rencana pengembangan wisata parasailing di kawasan selatan Yogyakarta.

Sri Sultan HB X menyampaikan hal tersebut seiring proses pembangunan jembatan Pandansimo yang mendekati selesai.

Keberadaan jembatan diharapkan menjadi pintu masuk baru untuk pengembangan sektor pariwisata di Bantul.

Terkaitr rencana pengembangan wisata parasailing, Sri Sultan menilai kondisi angin di kawasan selatan Yogyakarta cocok untuk wisata tersebut.

Baca Juga: Watu Mabur Mangunan, Spot Berburu Sunsrise yang Eksotis di Bantul

Potensi ini diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, terutama saat musim angin di Bali tidak memungkinkan aktivitas tersebut.

Dengan demikian, jembatan ini bukan hanya menjadi fasilitas lalu lintas, tetapi juga bagian dari strategi besar pengembangan pariwisata selatan DIY.

“Kalau di Bali itu Januari sampai Juni. Sehingga harapannya, orang-orang asing itu karena arah angin berubah sehingga tidak bisa mereka melakukan aktivitas parasailing itu di Bali, pindah ke sini untuk melakukan dari Juni sampai akhir tahun,” tutur Ngarso Dalem.

Menanggapi inisiatif Ngarso Dalem, pemerintah daerah mulai merancang penataan kawasan pesisir selatan, khususnya di Bantul.

Pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan tentu akan memudahkan akses transportasi menuju delapan pantai di wilayah Bantul, yang sebagian besar merupakan destinasi wisata berbasis komunitas.

Baca Juga: Pantai Krakal, View Sunset yang Memukau dan Batu Karang yang Menawan

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan mulai dengan menata Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sebagai langkah awal integrasi kawasan wisata.

Konsep satu pintu untuk semua diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus efisiensi tata kelola pariwisata.

“Nah, langkah pertama pemerintah apa? Salah satunya menata TPR-TPR itu. Nanti akan banyak TPR, jadi akan dibuat one gate for all. Jadi dari pintu manapun wisatawan masuk, itu bisa menikmati pantai sepanjang ini,” jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.