Akurat.co,Jogja-Gudeg Yogya identik dengan rasa manis, meski belakangan ada inovasi gudeg dengan rasa pedas. Gudeg mercon misalnya.
Tapi rasa manis Gudeg Jogja memang sudah melekat. Bagi yang tak suka, gudeg memang terasa kurang di lidah.
Di balik rasa manis gudeg ternyata ada cerita sejarah yang melatarbelakangi.
Gudeg lahir dari dapur Keraton Mataram. Proses masaknya dengan menggunakan api kecil dan memerlukan waktu berjam-jam sebelum masak dan disajikan.
Proses memasak ini mencerminkan pepatah 'alon-alon asal kelakon', di mana kesabaran adalah kunci harmoni.
Baca Juga: Gudeg Basah Mbak Ning, Menu Sarapan Gudeg Saat Pagi Hari
Rasa manis gudeg berasal dari gula kelapa sebagai salah satu bahan utamanya.
Tak sekadar memberi rasa manis, gula kelapa juga mencerminkan identitas kuliner Jawa.
Ia juga memberi warna cokelat pada menu khas gudeg. Dalam budaya agraris Jawa, gula kepala juga simbol kemakmuran.
Pohon ini dikenal sebagai Kalpataru, atau pohon kehidupan yang memberi manfaat dari akar hingga daun.
Rasa manis dalam gudeg ini juga melambangkan kelembutan dan keseimbangan, seperti yang terdapat dalam filosofi Jawa.
Dikutip dari Instagram @gudegyudjumpusat, hidup yang baik adalah hidup yang manis, penuh harmoni.
Baca Juga: Gudeg Mercon Bu Tinah, Kuliner Malam Jogja yang Buka Mulai Pukul 21.00 Wib
Selain manis rasanya, untuk menciptakan keharmonian dalam hidup, gudeg dihidangkan tidak sendirian.
Di sana ada sambal krecek yang pedas, opor ayam yang gurih, dan telur pindang yang asin.
Semua itu adalah wujud dari ajaran kehidupan Jawa yang menitikberatkan kepada keseimbangan. Keseimbangan rasa adalah kunci bahagia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga








