Saat Kisah Timun Mas dan Nyi Roro Kidul diangkat Format Digital

Akurat.co, Jogja - Indonesia Kaya, bersama BOOW Live dan ADPRO, kembali menghadirkan #MusikalDiRumahAja melalui dua produksi terbaru yang mengangkat legenda Nusantara, Timun Mas dan Nyi Roro Kidul: Wahai Ratu Pantai Selatan.
Menggabungkan unsur film dan musikal dalam format mikro-drama-musikal vertikal, kedua produksi ini melibatkan Bayu Pontiagust sebagai Sutradara Movie, Aldafi Adnan sebagai Sutradara Musikal dan Palka Kojansow sebagai penulis.
Dari sisi pemeran, Melody Asri memerankan Timun Mas. Sementara Galabby Thahira berperan sebagai Kanjeng Ratu Kidul.
Kali ini, Indonesia Kaya mengeksplorasi cara baru untuk menghadirkan kekayaan cerita rakyat Indonesia di tengah perkembangan media digital. Format video vertikal menjadi medium alternatif untuk memperkenalkan legenda Nusantara kepada audiens masa kini, dengan tetap mempertahankan unsur drama dan musikal sebagai karakter utama #MusikalDiRumahAja.
Baca Juga: Unik! Mahasiswa Arsitektur UAJY Tempuh Uts Lewat Pertunjukan Seni Majapahit
Renitasari Adrian selaku Program Director Indonesia Kaya mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan kekayaan cerita rakyat Indonesia dengan cara kekinian. Khususnya generasi yang akrab dengan konten digital.
Dua kisah tersebut dibawakan dalam format mikro-drama-musikalvertikal yang memadukan drama dan musik dalam durasi yang lebih ringkas.
"Kami melihat format ini sebagai peluang untuk membawa cerita-cerita Nusantara ke ruang digital yang semakin dekat dengan keseharian masyarakat sekaligus memberi ruang bagi cerita-cerita tersebut untuk dinikmati dari sudut pandang yang berbeda," katanya.
Harapannya, kisah yang telah dikenal lintas generasi ini tidak hanya terus diingat. Tetapi juga dapat menjangkau penonton baru tanpa kehilangan nilai dan kekayaan cerita yang terkandung di dalamnya.
Mengadaptasi Timun Mas dan Nyi Roro Kidul, dua legenda Nusantara ke dalam format mikro-drama-musikal vertikal juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses produksi.
Format ini menuntut pendekatan visual yang berbeda dari film konvensional, mulai dari komposisi gambar dan pergerakan kamera hingga cara menampilkan ekspresi pemain serta membangun kedekatan penonton dengan karakter.
Menggarap #MusikalDiRumahAja dalam format vertikal menjadi tantangan tersendiri, karena tim produksi perlu menerjemahkan pengalaman bercerita melalui film dan pertunjukan musikal ke dalam ruang visual yang lebih terbatas.
Komposisi gambar, pergerakan kamera, ekspresi pemain, hingga penempatan elemen musik harus dirancang agar tetap efektif dalam format tersebut.
Baca Juga: Pemkab Sleman Serahkan Hibah Alat Musik Bagi Kelompok Budaya dan Sanggar Kesenian
Di sisi lain, format vertikal juga membuka peluang untuk mengeksplorasi cara bercerita yang lebih intim, dengan membawa penonton lebih dekat pada karakter dan konflik yang mereka hadapi.
Tantangannya adalah bagaimana membuat setiap adegan tetap menarik dan mengalir, sekaligus menjaga kedalaman cerita serta kekuatan musikalnya.
"Lewat kedua kisah tersebut, kami mencoba menemukan pendekatan visual dan penceritaan yang sesuai dengan karakter masing-masing legenda. Tanpa menghilangkan esensi cerita yang ingin disampaikan,” ujar Bayu Pontiagust selaku sutradara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 3Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 4Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 7Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 8Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY
- 9Saat Kisah Timun Mas dan Nyi Roro Kidul diangkat Format Digital
- 10Rangkaian Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa Satukan 32.214 Bikers Se-Indonesia




