Jelang Hari Jadi Bantul ke-194, Pemkab: Ini Momen Pelestarian Budaya

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Bantul menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal jelang peringatan Hari Jadi ke-194 yang jatuh pada 20 Juli 2025.
Melalui tema “Bersatu Membangun Bantul Maju, Sejahtera, dan Berbudaya,” pemerintah berupaya mengangkat kembali identitas Bantul sebagai pusat kebudayaan Mataram.
Ketua Penyelenggara, Pulung Haryadi, menyebut tema ini berangkat dari semangat menyatukan langkah dalam pembangunan berkelanjutan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang sudah jadi ciri khas Bantul sejak masa lampau.
Baca Juga: Profil Jean Paul van Gastel, Pelatih Asal Belanda Pilihan PSIM Yogyakarta di Liga 1
Ia berujar, pelestarian budaya adalah bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan daerah.
“Sebagai Kawulo Ngayogyakarta, upaya pelestarian budaya secara berkesinambungan harus terus kita lakukan, karena Bantul merupakan The Origin of Mataram, dengan beragam tradisi budaya yang adiluhung dan peran penting Bantul sebagai pintu gerbang budaya Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Pulung, dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul.
Dalam rangka mendukung pelestarian tersebut, pemerintah berencana menggelar berbagai kegiatan kebudayaan sepanjang Juli mendatang.
Di antaranya yakni Gebyar Seni dan Budaya, sarasehan tingkat kabupaten, kirab budaya, serta ziarah ke makam para bupati dan wakil bupati terdahulu.
Pemerintah berharap kegiatan ini jadi ruang edukasi sekaligus memperkuat keterikatan masyarakat terhadap akar budayanya.
Baca Juga: Panen Raya Bawang Merah di Gunungkidul Capai 30 Ton per Hektar
Sejumlah seniman lokal, pelaku budaya, dan komunitas kreatif turut dilibatkan dalam rangkaian acara.
Kehadiran mereka diharap mampu membangun kesadaran lintas generasi tentang pentingnya warisan budaya yang sudah diwariskan secara temurun.
Pemerintah juga menilai, pelestarian budaya bisa berfungsi melindungi sejarah sekaligus membuka kans ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Dengan memperkuat identitas budaya, Bantul dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya di DIY.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 3Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 4Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 6Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 7Kalurahan Triwidadi Bangun Fasilitas Ramah Disabilitas Lewat Dana Keistimewaan
- 830 Tempat Kuliner Jogja Terkenal Enak, Siap Manjakan Lidahmu
- 9Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 10Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY









