Jogja

Pahami Kondisi Ekonomi Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono X Legowo Menerima Pengurangan Danais

Yudi Permana | 22 Agustus 2025, 06:11 WIB
Pahami Kondisi Ekonomi Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono X Legowo Menerima Pengurangan Danais

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan menerima keputusan pemerintah pusat memotong Dana Keistimewaan (Danais).

Danais Yogyakarta mengalami pemotongan pada tahun depan.

Pada tahun 2024, Danais mencapai Rp1,2 triliun. Tahun 2025 menjadi Rp1 triliun dan 2026, direncanakan dipangkas hingga 50% atau dikisaran angka Rp500 miliar.

Pengurangan tersebut, menurut Sri Sultan akan diterimanya, meski akan memberi dampak pada program yang sudah dirancang sejak tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pertama Terjadi, Danais DIY Berkurang Hingga Rp 200 M, Segini Rinciannya

Namun, ia menegaskan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai kondisi yang ada.

“Sekarang kami mengajukan, nanti akhir tahun ini baru realisasi. Jadi prosesnya memang panjang. Kalau dikurangi itu karena kementerian keuangan dan kementerian dalam negeri sudah menghitung perubahan yang ada, jadi kita sesuaikan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov DIY.

Sultan menjelaskan, tidak akan melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat.

Ada beban politik yang ditanggung mengenai hal tersebut.

Namun, ia tidak akan melarang apabila DPR atau DPRD akan mengajukan lobi atas keberatan terhadap keputusan pusat ini.

“Kalau DPR atau DPRD melakukan lobi-lobi ya silakan. Tapi kalau saya untuk menyampaikan negosiasi untuk agar Danais ditambah dan sebagainya, gitu, itu saya punya beban,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, ia memahami kondisi ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya pasca-pandemi. Namun Sri Sultan tetap optimis, seiring membaiknya perekonomian nasional, Danais akan kembali meningkat.

Baca Juga: Mengenal Dana Keistimewaan DIY yang Dipotong Ratusan Miliar, Dari Rp1,2 Triliun jadi Rp500 Miliar

Apalagi, Danais merupakan amanat undang-undang sehingga keberadaannya tidak bisa dipandang sekadar kebijakan yang bisa dipotong sewaktu-waktu.

Pengurangan Danais seharusnya tidak dipandang sekadar penghematan anggaran, melainkan memiliki implikasi langsung pada keberlangsungan keistimewaan Yogyakarta.

“Saya yakin nanti kalau ekonominya makin baik ya mesti tambah. Bukan akan mengurangi. Karena itu masuk dalam bunyi undang-undang,” tutup Sri Sultan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.