Jogja

DPRD DIY Sebut Banyak Target Rencana Pemerintah Daerah 2027 yang Belum Tercapai

Yudi Permana | 13 November 2025, 14:59 WIB
DPRD DIY Sebut Banyak Target Rencana Pemerintah Daerah 2027 yang Belum Tercapai

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY menyebutkan banyak program dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DIY Tahun 2027 yang melenceng dari target.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027, masih ada beberapa hal yang belum tercapai. Misalnya, Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang ditargetkan sebesar 81,86 di TW III tahun 2025.

Namun sampai saat ini baru baru tercapai sebesar 81,62. Artinya segala program dan kegiatan yang bisa memacu tercapainya target IMP tersebut sudah selayaknya untuk dapat didorong.

Demikian juga dengan Gini ratio. Ditargetkan pada 2025 dapat mencapai angka 0,4380. Namun realisasinya justru 0,459. Artinya ketimpangan pendapatan masyarakat DIY makin lebar.

Baca Juga: DPRD DIY Monitor Layanan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kalurahan Poncosari

“Yang kaya makin kaya, yang miskin makin jauh tertinggal. Hal ini wajib menjadi perhatian bersama agar jangan sampai perbedaan ini menimbulkan masalah sosial di kemudian hari,” kata Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman dalam forum ekspose pokok-pokok pikiran DPRD DIY terhadap RKPD 2027 di Hotel Fortuna Suites Malioboro Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Permasalah ketiga adalah angka kemiskinan. Ditargetkan berada di angka 9,66% pada tahun 2025 dan 8,66% di tahun 2027. Namun faktanya saat ini masih berada di angka 10,23%. Artinya jumlah warga miskin di DIY justru makin banyak.

Menurut Budi, ini juga membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak. Kedepannya untuk program dan kegiatan yang diorientasikan kepada pengentasan kemiskinan harus didorong. Untuk Indeks Kebahagiaan yang ditargetkan sebesar 73,98 pada tahun 2025 juga baru terealisasi sebesar 71,7 pada TW III tahun 2025.

Hal lain yang jadi perhatian wakil rakyat adalah Indeks Pembangunan Kebudayaan. Ditargetkan pada 2025 sebesar 74,98. Realitanya namun baru tercapai sebesar 67,9 pada TW III tahun 2025.

Baca Juga: DPRD DIY Tanggapi Wacana Pemda yang Bakal Optimalkan Pemanfaatan Aset untuk Menaikkan PAD

Menurut Budi, ini menjadi suatu ironi. Khususnya bagi Pemda DIY sebagai daerah istimewa yang memiliki keistimewaan di bidang pemerintahan, budaya dan sejarah.

“Didukung pula dengan dana keistimewaan (danais). Dimana salah satu Pendapatan Transfer Pemda DIY yang salah satu fokusnya adalah untuk mendukung pelestarian kebudayaan di DIY,” tegasnya.

Belum tercapainya indikator ini menunjukkan Pemda DIY perlu memberikan perhatian terhadap variable-variabel yang mendukung ketercapaian Indeks ini.

Seperti isu kesehatan mental, pendidikan dan kesehatan. Termasuk merancang kebijakan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan warga di luar aspek ekonomi semata.

Menurut Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD DIY terhadap RKPD 2027 ini merupakan bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga: 64% Madrasah di DIY Ikut Program MBG, Komisi D DPRD DIY Tekankan Optimalisasi Penyalurannya

Pokok-pokok pikiran merupakan bentuk artikulasi aspirasi masyarakat yang diserap melalui fungsi representasi dewan dan menjadi masuan strategis bagi Pemda dalam penyusunan RKPD.

“RKPD DIY 2027 merupakan dokumen rencana tahunan terakhir dan pelaksanaan RPJMD DIY 2022-2027. Berfungsi untuk menjembatani antara perencanaan jangkah menengah dan pelaksanaan program tahunan. Karena itu, posisi RKPD 2027 sangat strategis untuk memastikan seluruh sasaran RPJMD dapat tercapai,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.