Jogja

Kota Jogja Perpanjang Siaga Cuaca Ekstrem sampai Februari 2026

M. Mubin Wibawa | 15 Januari 2026, 06:54 WIB
Kota Jogja Perpanjang Siaga Cuaca Ekstrem sampai Februari 2026

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja memperpanjang masa siaga darurat cuaca esktrem, banjir, dan talut longsor hingga Februari 2026.

Sebelumnya statatus siaga bencana ditetapkan sampai Desember 2025.

Perpanjangan status siaga bencana tersebut ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta nomor 490 tahun 2025 tentang perpanjangan penetapan status siaga darurat bencana banjir, talut longsor dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Muncul Bibit Siklon Tropis 91W, Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Cuaca Jogja Tanggal 14, 15 dan 16 Januari 2026 Nanti?

Dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta yang ditandatangani pada 31 Desember 2025 itu, ditetapkan perpanjangan status siaga darurat bencana mulai 1 Januari-28 Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo mengatakan, pertimbangan perpanjangan status siaga darurat bencana di Kota Yogyakarta adalah rilis perkembangan iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi di DIY.

Salah satunya terkait prediksi puncak musim hujan di DIY terjadi pada Januari-Februari 2026.

“Untuk Kota Yogyakarta siaga darurat bencana sudah diperpanjang sampai Februari 2026. Mengingat prediksi puncak musim hujan pada bulan Januari-Februari 2026,” kata Singgih

Sebanyak 238 pohpn tumbang pada 2025

BPBD Kota Yogyakarta mencatat selama tahun 2025 terdapat 138 kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak karena angin kencang/cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah/talut longsor dan 12 kejadian banjir luapan dan dan 1 kejadian gempa bumi.

Baca Juga: Simak Prospek Cuaca di DIY, Tanggal 12 dan 13 Januari 2026

Dicontohkan untuk kejadian banjir luapan terjadi di awal bulan Desember 2025 di Bener, Tegalrejo dan Pakuncen dari luapan dari air Sungai Winongo.

“Selama ini kejadian di Kota Yogya paling banyak pohon tumbang.

Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang. Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” terang Singgih.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.