Transmigran asal Sleman Tak Dapat Hak Semestinya, Bupati Turun Tangan

Akurat.co, Jogja-Transmigran asal Sleman, Yogyakarta, tak mendapatkan hak semestinya sebagaimana yang dijanjikan di daerah transmigrasi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Ketua Paguyuban Trasmigran di UPT Tolihe, Moh.Dakir mengungkap, mereka baru menerima yang pekarangan (tempat tinggal) saja.
"Untuk yang lahan garapan, kami semua belum menerima sedikitpun sesuai yang dijanjikan di awal,” katanya.
Mendapati permasalahan ini, Bupati Sleman Harda Kiswaya langsung turun tangan.
Bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, KPH. Yudanegara serta jajarannya, bupati mengadakan pertemuan dengan pemerintah kabupayen Konawe Selatan.
Aspirasi transmigran asal Sleman dibicarakan dengan Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo.
Dalam pertemuannya, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyatakan bahwa permasalahan transmigran asal Sleman tersebut mendapatkan atensi khusus darinya dan pemerintah Kabupaten Konawe selatan.
”Kami memberikan atensi terhadap permasalahan transmigran ini. Dan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman kami siap mencarikan solusi-solusi terbaik bagi transmigran sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada di sini,” jelas Irham
Harda Kiswaya menegaskan harus ada upaya-upaya konkret dari kedua pemerintah daerah untuk mendapatkan solusi bagi transmigran, agar permasalahan tidak semakin berlarut-larut.
”Saya harap ada upaya konkret yang komprehensif untuk merumuskan solusi bagi transmigran di Konawe selatan.
Ini sudah lama sekali, ini secara resmi juga saya serahkan surat Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Bupati Konawe Selatan yang meminta agar permasalahan ini dapat diselesaikan sesegera mungkin,” kata Harda dikutip dari slemankab.go.id.
Baca Juga: Mengintip Fasilitas Wah Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Ada Lapangan Tenis, Gedung Ber-AC
Pada pertemuan ini Pemkab Sleman dan Pemkab Konawe Selatan merumuskan beberapa opsi sebagai solusi, kemudian akan menjadi kajian yang selanjutnya dikonsultasikan kepada Kementerian Transmigrasi.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama KPH. Yudanegara juga menyampaikan bahwa permasalahan ini mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY.
”Transmigrasi merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan kependudukan yang ada, apa yang ada di Konawe Selatan in tentu saja akan saya laporkan kepada Sri Sultan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis









