Jogja

Pesan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Hari Jadi Bantul ke-194

M. Mubin Wibawa | 21 Juli 2025, 11:05 WIB
Pesan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Hari Jadi Bantul ke-194

Akurat.co, Jogja-Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Paku Alam X menyampaikan pesan pentingnya di hari jadi Bantul ke-194.

Menurut KGPPA Paku Alam, hari jadi Bantul menjadi momentum untuk menyatukan semangat pengabidan bagi masyarakat Bantul dan bangsa Indonesia.

Juga sebagai penanda sejarah perjuangan serta langkah penting telah dan akan ditempuh untuk kemajuan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 194 Bantul, Minggu (20/07) di Lapangan Trirenggo, Bantul.

Tema peringatan Hari Jadi ke-194 tahun ini, “Bantul Bumi Satria, Sawiji Ambuka Kartaning Praja”, menurutnya mencerminkan cita-cita luhur yang terus dihidupi oleh masyarakat Bantul.

Baca Juga: Grebeg Ingkung Pagergunung, Cara Masyarakat Sitimulyo Bantul Wujudkan Rasa Syukur dan Gotong Royong

Wilayah ini, lanjutnya, dikenal sebagai tanah kelahiran para satria yang telah memberikan sumbangsih besar dalam perjuangan dan pembangunan daerah.

“Semangat pengabdian itulah yang kini hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, yang secara gotong royong meneruskan cita-cita luhur para pendahulu.

Kita harapkan Bantul bisa menjadi daerah yang semakin makmur, sejahtera, dan bahagia, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya yang telah mengakar kuat,” ujar Sri Paduka dikutip dari laman resmi pemerintah provinsi DIY.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam laporannya menyampaikan arah kebijakan pembangunan yang disebut sebagai Nawala Bupati.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan “jiwa kesatria” dalam setiap langkah pengabdian untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, tangguh, dan berdaya saing.

“Pembangunan di Bantul diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan cerdas, serta mampu mengelola teknologi informasi, mengolah potensi daerah, menjaga lingkungan, dan tanggap terhadap bencana,” kata Abdul Halim.

Baca Juga: Madanitec, Perusahaan Mesin Teknologi Tepat Guna asal Bantul yang Kini Tembus Pasar Ekspor

Upacara diawali, kirab pusaka Kyai Agnya Murni yang merupakan pusaka pemberian dari Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 20 Juli tahun 2000 silam.
Agnya sendiri berarti perintah, dan Murni memiliki arti suci.

Sehingga, keberadaan pusaka ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk senantiasa menjalankan pemerintahannya dengan bersih dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Upacara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari kolosal berjudul Jiwo Bumi Jiwo Samudero dengan 100 penari dari siswa siswi SMKN 1 Kasihan.

Tarian ini menggambarkan keselarasan harmoni antara manusia, alam dan spirit leluhur Bantul.

Dalam tarian ini juga menggambarkan kemakmuran agraris, keindahan alam Bumi Projotamansari, serta kekuatan jiwa kesatria yang selaras dengan tema hari jadi tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.