Pemkot Jogjakarta Gagas Program One Village One Sister University, Apa Itu?

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggagas program One Village One Sister University.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat menjadi narasumber seminar Nasional Online Hasil Pengabdian kepada Masyarakat(PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Seminar mengangkat tema Integrasi Teknologi dan Inovasi melalui Program PkM mewujudkan Kampus Berdampak.
"Saya membuat suatu program One Village One Sister University. Kami menyadari program kerja sama antar perguruan tinggi dan pemkot Yogyakarta itu harus meliputi bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta, Tempat Berbagi Asa dan Kegembiraan Bersama
Oleh karena itu konsep One Village One Sister University adalah bagaimana nanti perguruan tinggi berdampak terhadap satu kampung," kata Hasto saat seminar nasional yang diadakan UAD secara daring pada Sabtu (9/7/2025).
Apa itu One Village One Sister University
Dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja, Hasto menyebut, program One Village One Sister University mewajibkan tiap kampung harus ada tema terkait dengan lingkungan karena di Kota Yogyakarta sampah masih jadi masalah.
Oleh sebab itu tema wajibnya adalah kesehatan dan kebersihan lingkungan, perilaku hidup sehat dan tema-tema lainnya sesuai prodi-prodi di UAD. Tema-tema yang ada bisa menyesuaikan fakultas yang ada.
"Sudah ada fakultas yang tandem dengan pemkot. Misalnya 400 mahasiswa baru mendampingi 400 kepala keluarga selama 4 tahun. Membuat surveilance kondisi kehidupan kemiskinan dan perilaku produktif dan konsumsi keluarga," ucapnya.
Selain itu Pemkot Yogyakarta punya data keluarga yang lengkap, nama, alamat, kondisi kesehatan dan ekonomi.
Oleh karena itu ke depan Pemkot Yogyakarta bisa menjadi material research bagi perguruan tinggi.
Pemkot Yogyakarta tidak ingin mendapat manfaat dari perguruan tinggi, tapi juga ingin membantu menyelesaikan permasalahan mahasiswa dan perguruan tinggi untuk tema-tema riset.
"Kami juga punya problem masalah sampah di sungai belum bersih. Fakultas psikologi dan kesehatan lingkungan perguruan tinggi tentu bisa mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan lingkungan.
Baca Juga: Ribuan Pelari Ikuti Satu Dekade Sleman Temple Run
Itu bisa kita implementasikan agar berdampak di Kota Yogyakarta. Saya optimis kita bersama perguruan tinggi bisa mengubah wajah kota lebih sehat lingkungan lebih baik dan manusia lebih produktif," jelas Hasto.
Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas menyampaikan, UAD sudah melakukan sejumlah kerja sama dengan Pemkot Jogja.
Beberapa program kerja sama dengan Pemkot Yogyakarta dan pengabdian masyarakat yang dilakukan UAD antara lain program segoro bening penanganan stunting di Wirobrajan, membantu mendata koperasi sehat dan kurang sehat serta inventarisasi data lansia dan disabilitas.
Di samping itu Pemkot Yogyakarta dan UAD juga bekerja sama membina 3 kampung secara tematik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara





