Belasan Rumah Rusak Akibat Disposal Mortir, Berikut Langkah Pemkab Sleman

Akurat.co, Jogja - Belasan rumah rumah akibat disposal Unexploded Ordnance (UXO) yang diduga bom pesawat pada era Perang Kemerdekaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bergerak cepat setelah munculnya dampak dari disposal UXO di anak Sungai Gendol Cangkringan Sleman, Selasa 12 Agustus 2025 kemarin.
Pemkab Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung berkoordinasi dengan Kelurahan Glagaharjo, Wukirsari dan Argomulyo Cangkringan.
Berdasarkan pendataan, diketahui ada 12 rumah warga terdampak getaran ledakan. Kerusakannya, antara lain seperti kaca jendela retak, jendela pecah dan yang lain.
“Selain itu 34 rumah atau KK yang letaknya dekat dengan lokasi, kami instruksikan untuk bergeser dari rumah mereka masing-masing selama disposal berlangsung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Haris Martapa, Rabu (13/08/2025).
Baca Juga: Berikut Dampak Disposal Mortir Seberat 350 Kilogram Di Sleman
Sebagai bentuk apresiasi Pemkab kepada warga, untuk segala kerusakan-kerusakan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Sleman.
“Bukan penggantian. Tapi pemulihan dari kerusakan tersebut. Termasuk ke-34 warga yang untuk sementara meninggalkan rumah mereka saat disposal berlangsung,” jelas Asisten Sekda Bidang Perekonomian, Makwan,
Untuk temuan beberapa serpihan sisa disposal telah dibersihkan dan disita. Saat ini lokasi bekas disposal juga hanya menyisakan area tempat peledakan. Karena semua material berbahaya telah diamankan.
“Kami pastikan lokasi sudah steril dan aman untuk aktivitas masyarakat. Seluruh proses disposal berjalan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakapolresta Sleman AKBP Sutikno.
Seperti diketahui, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda DIY, di aliran anak Sungai Gendol Cangkringan, Selasa 12 Agustus 2025.
Baca Juga: Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sleman, Salurkan Dana Rp 4,89 M Untuk Warga Kurang Mampu
Efek dari ledakan tersebut, suara dentuman bom menggema hingga radius 3–4 km dan getaran terasa di pemukiman warga. Serpihan logam bom berhamburan hingga ratusan meter, terjauh ditemukan sejauh lebih dari 200 meter dari titik ledakan.
Serta efek gelombang kejut (shockwave) mencapai 30 hingga 40 meter, menyebabkan pohon di sekitar lokasi terfragmentasi/terpotong.
Benda yang ditemukan masyarakat saat menggali tanah untuk menanam pohon di Padukuhan Tanjung, Umbulmartani, Ngemplak tersebut adalah Unexploded Ordnance (UXO) atau bahan peledak sisa militer yang masih aktif.
Ciri-cirinya sangat mirip dengan general-purpose bomb atau sejenisnya dari era Perang Dunia II, dengan bentuk silinder memanjang, ujung meruncing, dan sirip stabilizer di belakang (sebagian rusak).
Baca Juga: Ribuan Pelari Ikuti Satu Dekade Sleman Temple Run
Dimensi panjang kurang lebih 1,8 Meter dengan bobot kurang lebih 350 Kilogram. Material logam berkarat pada eksterior benda tersebut menandakan usianya sudah cukup tua.
UXO dievakuasi secara manual dari lokasi penemuan di Ngemplak ke lokasi disposal di Cangkringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 8Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









