Akurat.co, Jogja - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta turut mengamati proses gerhana bulan total.
Bertempat di Kantor Stasiun Geofisika Sleman, pengamatan dilakukan selama dua hari. Minggu - Senin, 7 - 8 September 2025 mulai pukul 21.00 WIB – 03.00 WIB.
Posisi lokasi pengamatan di 8° 00' 58"LS, 110° 19' 24"BT dan di ketinggian 28 meter di atas permukaan laut.
"Bulan berhasil terlihat. Mulai dari Fase P1, U1, U2, U3, U4, P4 Teramatai hingga dan Fase MID Tertutup awan," kata Ketua tim observasi, Budiarta, Senin (08/09/2025).
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Gerhana Bulan Total 2025, Masyarakat Yogya Bisa Menyaksikan di Tempat Mana Pun
Gerhana bulan total terjadi pada posisi matahari - bumi - bulan sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke umbra bumi.
Pada saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah. Terutama saat langit sedang cerah.
"Bulan tampak merah akibat hamburan Rayleigh di atmosfer bumi. Di mana cahaya biru tersebar dan cahaya merah diteruskan hingga mengenai bulan," ungkapnya.
Untuk gerhana bulan total tanggal 7 September 2025, durasi keseluruhan dari fase awal atau P1 hingga akhir atau P4 adalah 5 jam 26 menit 39 detik.
Baca Juga: Di Luar Prediksi BMKG, Tak Bisa Rakit Kipas Mahasiswa di Jogja Minta Tolong Petugas Damkar
Fase gerhana sebagian (U1-U4) berlangsung selama 3 jam 29 menit 24 detik. Sedangkan fase totalitasnya selama 1 jam 22 menit 6 detik.
Gerhana ini merupakan anggota ke-42 dari seri Saros 128. Terkait dengan gerhana bulan total 28 Agustus 2027 dan akan berotasi dengan gerhana bulan total berikutnya di tanggal 19 September 2043.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 6Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 7Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 8Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 9Datangi DPRD DIY, Aktivis Turunkan Foto Wapres
- 10Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis






