Rizki Rahma Nur Wahyuni, Dalang Cantik Lulusan Sarjana Pendidikan Kimia UNY Pukau Pengunjung Pasar Kangen 2025

Akurat.co,Jogja-Ada yang menarik pengunjung pada gelar seni Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta 2025 pada Senin (22/9) kemarin.
Semua mata seolah tertuju pada penampilan dalang cantik asal Yogyakarta bernama Rizki Rahma Nur Wahyuni.
Mengenakan busana Jawa atasan hijau dan sanggul serta riasan flawless, setiap penampilannya memukau mata pengunjung.
Keberadaannya menjadi magnet karena ia adalah dalang perempuan. Terlebih profesi dalang belakangan sepi peminat.
Baca Juga: Menikmati Es Limun Jadul di Pasar Kangen Jogja
Tapi Rahma malah menekuninya dan menjadi daya tarik tersendiri di tengah arus budaya modern yang menyerbu.
Darah seni mengalir dari keluarga
Sosok yang sehari-hari juga menjadi Master of Ceremony (MC) ini memang lahir dari keluarga seniman.
Kakeknya adalah seorang seniman ketoprak, sementara ayahnya merupakan seorang dalang kenamaan, Ki Sigit Manggala Saputra.
Ketertarikan Rahma terhadap seni tradisional ini tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD, dan semakin serius ketika mendapat bimbingan langsung dari sang ayah.
Rahma pun tidak hanya aktif dalam pertunjukan wayang kulit gaya Yogyakarta atau Gagrak Ngayogyakarta, tetapi juga berperan sebagai pengajar dalam workshop untuk anak-anak, dengan tujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya wayang pada generasi muda.
Sebagai perempuan di profesi yang masih didominasi kaum laki-laki, Rahma menghadapi sejumlah tantangan, seperti perbedaan tenaga dan karakter suara.
Namun, Rahma terus mengasah kemampuannya dan tetap aktif tampil di berbagai pentas lokal serta mengisi workshop untuk anak-anak sebagai upaya mengenalkan wayang kulit sejak dini.
Sebagai anak muda yang aktif di media sosial, Rahma juga kerap membagikan aktivitas mendalang dan lainnya di media sosial.
Popularitas Rahma juga membawanya pernah menjadi bintang tamu acara komedi Lapor Pak di stasiun televisi swasta.
Baca Juga: Pasar Kangen Jogja 2025 Resmi Dibuka, Menikmati Kuliner Tradisional dengan Nuansa Jadul Tempo Dulu
"Saya ingin menyampaikan bahwa perempuan juga bisa mendalang. Seperti pepatah mengatakan: duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Artinya profesi apapun bisa dilakukan. Baik oleh lelaki maupun perempuan," ujarnya suatu waktu.
Rahma ingin menyampaikan pesan, kesetaraan berarti setiap orang, tanpa memandang gender, berhak atas hak, status, dan kesempatan yang sama.
Lewat wayang, ia menyuarakan nilai-nilai perubahan, kepemimpinan, dan kesetaraan perempuan dengan caranya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor




