Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta juga jadi Tempat Ngabuburit, Ada Takjil bagi yang Berpuasa

Akurat.co,Jogja-Area Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 di Ketandan sekaligus akan menjadi tempat ngabuburit.
Pelaksanaan PBTY 2026 yang bersamaan dengan ibadah puasa Ramadhan menjadikan suasananya sedikit berbeda.
Wakil Ketua Pelaksana PBTY 2026, Subekti Saputro Wijaya mengatakan, yang berbeda pada tahun ini ialah pelaksanaan PBTY di saat bulan Ramadan.
Hal ini membuat panitia akan meramu kegiatan, panggung, maupun stand dapat menjadi kegiatan ngabuburit bagi warga masyarakat yang tengah melaksanakan puasa.
Baca Juga: Pekan Budaya Tionghoa Diadakan 10 Hari, Tunjukkan Jogja Tujuan Wisata yang Penuh Toleransi
“Dan rencananya, kami juga akan menyediakan takjil bagi masyarakat di beberapa titik lokasi. Semoga PBTY 2026 bisa tetap berlangsung meriah di tengah bulan puasa,” katanya.
Subekti pun menuturkan, tema PBTY 2026 adalah ‘Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa’.
Tema ini diangkat karena Yogyakarta dikenal dengan sebutan city of tolerance, dan PBTY 2026 juga harus mencerminkan makna dari sebutan tersebut.
“Apapun bentuknya dan dari manapun asalnya, semua apa yang kita punya sekarang ini tentu warisan yang perlu terus dilestarikan. Dan nanti ada satu hari khusus, yakni penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival pada Sabtu, 28 Februari 2026,” ujarnya.
Baca Juga: Menelusuri Goa Surocolo, Konon Dibangun Sendiri oleh Sunan Amangkurat Mas
Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto mengungkap, kegiatan akan dilakukan 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Ketandan.
"Dan dalam kegiatan ini, yang terpenting adalah bagaimana kami dapat merangkum semua unsur golongan maupun seni budaya untuk memiliki kebersamaan di kesempatan ini,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









