Jogja

Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Sleman Minta OPD Perkuat Pengawasan Lapangan

Atiek Widyastuti | 24 Februari 2026, 15:50 WIB
Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Sleman Minta OPD Perkuat Pengawasan Lapangan

Akurat.co, Jogja - Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta pada seluruh Organisasi Perangkat Dinas (OPD) untuk memastikan lebaran tahun ini tidak ada kendala yang berarti.

Baik dari kesiapan infrastruktur, pariwisata, keamanan hingga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pohon.

Hal tersebut ditegaskan bupati saat menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di Ruang Rapat Sembada kantor Sekda Sleman, Selasa (24/02/2026).

HLM TPID tersebut digelar guna memastikan kesiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca Juga: Pemkab Sleman Gelar Grebek Pasar Takjil, Sasar 5 Titik Ini...

Dalam agenda tersebut disepakati langkah konkret dalam menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Karena menurutnya, pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tugas negara yang sangat strategis. Ia menekankan forum ini menjadi ruang konsolidasi dan evaluasi untuk merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran OPD dan Satgas Pangan untuk memperkuat pengawasan di lapangan guna mengantisipasi praktik penimbunan barang yang sengaja memanfaatkan momentum hari raya.

Ia berharap distribusi bahan pangan tetap merata di seluruh wilayah Sleman sehingga tidak hanya menumpuk di titik tertentu.

Baca Juga: Tiga Warga Sleman Batal Berangkat Haji Tahun Ini

"Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern," tegas Harda.

Lebih lanjut, Harda juga mengimbau para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Selain itu juga mengajak masyarakat Sleman untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan tanpa melakukan panic buying.

Kepala Bagian Perekonomian Heri Setyawati melaporkan, tingkat inflasi tahunan DIY pada Februari 2026 berada pada angka 3,30%. Khusus untuk Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39%.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan strategis. Seperti cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam seiring meningkatnya permintaan pasar.

Baca Juga: DPRD DIY Nilai Pemerintah Belum Sepenuhnya Digital, Masih Sebatas Elektronifikasi

Oleh karena itu, HLM ini difokuskan untuk menjamin stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga hingga hari raya nanti.  

"Kami terus memantau dinamika harga komoditas tersebut. High Level Meeting ini menjadi media penguatan sinergi agar kita bisa menyepakati langkah konkret secara cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar," ujar Heri Setyawati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.