Penjabat Sekda Kota Jogja: Pembersihan Malioboro bukan Sesaat tapi Berkelanjutan

Akurat.co,Jogja-Penjabat Sekda Kota Jogja, Dedi Budiono menegaskan pembersihan Maliobori bukanlah gerakan sesaat.
Gerakan bersih-bersih Malioboro adalah berkelanjutan dan terprogram.
Pemerintah kota Jogja ingin memastikan kawasan Malioboro nyaman bagi wisatawan dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan kerja bakti di kawasan Malioboro, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Kini Malioboro Benar-benar Bebas Asap Rokok, PKL, dan Pengamen
“Kita ingin menjaga konsistensi gerakan ini. Setiap Selasa dan Jumat kita lakukan kerja bakti, baik di kantor maupun di luar.
Kali ini kita fokus di Malioboro karena sudah sekitar satu bulan sejak terakhir dibersihkan sebelum puasa,” ujarnya.
Berbagai titik menjadi sasaran pembersihan, mulai dari area parkir andong dan becak yang kerap menimbulkan bau, trotoar, hingga area di bawah pepohonan.
Penyemprotan juga dilakukan untuk menghilangkan aroma tidak sedap serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kerja bakti dilakukan mulai dari kawasan Malioboro hingga Margomulyo dan berakhir di titik nol kilometer.
Kawasan bebas rokok masih ada puntung
Dedi masih menemukan puntung dan bungkus rokok di kawasan Malioboro, meskipun area tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.
"Ini harus menjadi kesadaran bersama, baik masyarakat maupun wisatawan.
Kita sudah menyediakan tempat khusus merokok, jadi di kawasan ini sebaiknya benar-benar bebas rokok,” katanya
Baca Juga: Full Pedestrian di 2026, Kendaraan BBM Tidak Boleh Melintas di Jalan Malioboro
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyampaikan, kerja bakti juga menjadi upaya membudayakan gotong royong di masyarakat.
“Kita membiasakan kerja bakti sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Momentum Selasa dan Jumat ini kita manfaatkan untuk bergerak bersama, apalagi bertepatan dengan Selasa Wage,” jelasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan seluruh perangkat daerah/unit kerja di lingkungan Pemkot Yogyakarta, instansi vertikal, komunitas, hingga pelaku usaha termasuk melibatkan berbagai unsur aparat kepolisian dan TNI, serta komunitas dan paguyuban di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 3Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 4Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 570 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 65 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 7DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 10Seberapa Penting Kehadiran Slemania di Laga PSS? Ini Kata Pieter Huistra









