DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG

Akurat.co, Jogja - Beberapa hari terakhir hujan mulai mengguyur hampir seluruh wilayah DIY dan sekitarnya. Bahkan, di sejumlah titik terpantau ada angin kencang.
Peringatan dini cuaca berupa hujan sedang ke lebat disertai kilat atau petir juga beberapa kali mulai dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.
Apakah musim kemarau di DIY sudah berganti ke musim hujan?
"Sampai dengan akhir Oktober ini, wilayah DIY masih dalam periode musim kemarau," jelas Etik Setyaningrum selaku Kepala Kelompok Data & Informasi Stasiun Klimatologi DIY, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
Etik menjelaskan, hujan yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan adanya gangguan skala cuaca/jangka pendek. Selain itu terpantau adanya pertemuan angin dan belokan angin diatas pulau jawa yg berpotensi memicu tumbuhnya awan - awan hujan atau konvektif.
Terkait hal tersebut, hujan berpotensi terjadi 2-3 hari kedepan. Dan selanjutnya akan kembali normal seperti musim kemarau yang yg msh berlangsung.
Ditegaskannya, hujan beberapa hari terakhir bukan serta merta wilayah DIY telah memasuki musim hujan.
"Karena kalau kita pantau pola angin yang bertiup diatas wilayah DIY masih didominasi angin timuran," katanya.
Baca Juga: Susun Raperda Penanggulangan Bencana, DPRD DIY Kolaborasi dengan BMKG DIY
Angin timuran memiliki sifat kering tidak membawa uap air. Ini mengindikasikan masih periode musim kemarau.
Suatu wilayah dikatakan memasuki musim hujan apabila hujan dalam 1 dasarian/sepuluh hari sama atau lebih 50 mm. Diikuti beberapa dasarian berikutnya secara konsisten.
Pada dasarian 1 November, periode tanggal 1-10 hujan masih diprediksi berkisar 20-30 mm/dasarian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 3Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 4Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 570 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 65 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 7DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 10Seberapa Penting Kehadiran Slemania di Laga PSS? Ini Kata Pieter Huistra





