Jogja

DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG

Atiek Widyastuti | 27 Oktober 2026, 12:45 WIB
DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
Sejumlah wilayah di DIY terpantau hujan. - Akurat.co/Atiek Widyastuti

Akurat.co, Jogja - Beberapa hari terakhir hujan mulai mengguyur hampir seluruh wilayah DIY dan sekitarnya. Bahkan, di sejumlah titik terpantau ada angin kencang.

Peringatan dini cuaca berupa hujan sedang ke lebat disertai kilat atau petir juga beberapa kali mulai dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.

Apakah musim kemarau di DIY sudah berganti ke musim hujan?

"Sampai dengan akhir Oktober ini, wilayah DIY masih dalam periode musim kemarau," jelas Etik Setyaningrum selaku Kepala Kelompok Data & Informasi Stasiun Klimatologi DIY, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya

Etik menjelaskan, hujan yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan adanya gangguan skala cuaca/jangka pendek. Selain itu terpantau adanya pertemuan angin dan belokan angin diatas pulau jawa yg berpotensi memicu tumbuhnya awan - awan hujan atau konvektif.

Terkait hal tersebut, hujan berpotensi terjadi 2-3 hari kedepan. Dan selanjutnya akan kembali normal seperti musim kemarau yang yg msh berlangsung.

Ditegaskannya, hujan beberapa hari terakhir bukan serta merta wilayah DIY telah memasuki musim hujan.

"Karena kalau kita pantau pola angin yang bertiup diatas wilayah DIY masih didominasi angin timuran," katanya.

Baca Juga: Susun Raperda Penanggulangan Bencana, DPRD DIY Kolaborasi dengan BMKG DIY

Angin timuran memiliki sifat kering tidak membawa uap air. Ini mengindikasikan masih periode musim kemarau.

Suatu wilayah dikatakan memasuki musim hujan apabila hujan dalam 1 dasarian/sepuluh hari sama atau lebih 50 mm. Diikuti beberapa dasarian berikutnya secara konsisten.

Pada dasarian 1 November, periode tanggal 1-10 hujan masih diprediksi berkisar 20-30 mm/dasarian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.